Puluhan Pemuda Gelar Aksi Unjuk Rasa di DPRD Polman. Ini Tuntutannya


Puluhan Pemuda yang tergabung dalam Front Perjuangan Pemuda Indonesia saat berunjuk rasa di gedung DPRD Polman.

SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Puluhan Front Perjuangan Pemuda Indonesia pimpinan kota Polewali Mandar, menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Polewali Mandar, Kamis (28/10 /2021).

Refleksi sumpah pemuda selalu diperingati pada 28 Oktober. Sumpah pemuda merupakan hasil pertemuan para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928. Dari hasil pertemuan para pemuda, lahirlah ikrar pemuda atau sumpah pemuda.

Koordinator lapangan (korlap) Irfan mengatakan, dengan kondisi sekarang ini, kami sebagai pemuda masih saja dihantui oleh ulah para pihak birokrasi negara yang belum mengindahkan amanat Undang-Undang dasar 1945 pasal 33 ayat (3 ) yang menekankan bahwa bumi, air, udara dan kekayaan alam lainnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. “Akan tetapi, kenyataan hari ini pemerintah justru tidak hadir untuk mengimplementasikan amanat undang-undang tersebut. Malah pada sektoral pertanian justru mengalami ketimpangan, dan ketidakstabilan ekonomi.” ujarnya.

Baca juga  Cuaca Ekstrim di Pasangkayu, Satu Rumah di Matuajaya Rusak

Lanjut Irfan, terkhusus di Kabupaten Polewali Mandar, sejak tahun 2018 mengalami penyempitan lahan pertanian 100 ha/tahun, juga hasil panen sejak 2018 mengalami penurunan dari 386 ribu ton merosot ke angka 209 ton di tahun 2019. ini merupakan dampak dari alih fungsi lahan pertanian yang terus terjadi bahkan tidak mampu dihentikan oleh pemerintah.

Baca juga  Tim SAR Temukan Korban Tenggelam di Bendungan Batusitanduk

“Jika ini terus-menerus terjadi justru akan mengundang kaum konflik horizontal di kalangan masyarakat akibat alih fungsi lahan yang terus terjadi. Bahkan Polman sendiri telah dicanangkan sebagai wilayah penyandang pangan bahkan menjadi daerah swasembada pangan,” jelasnya lagi.

Baca juga  Wow, Ada Air Mancur Dadakan di Jalan Poros Majene Polman Desa Tandung

Ada empat tuntutan yang menjadi titik penekanan Front Perjuangan Pemuda Indonesia

  1. Tolak imprearialisme
  2. Tolak investasi asing
  3. Stop alih fungsi lahan pertanian
  4. Pemerintah harus mempertegas undang-undang nomor 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian.

“Harapan kami, dari beberapa poin yang menjadi tuntutan kami ini, agar mampu dipahami dan direfleksikan oleh pemerintah untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, “tegasnya. (MD)