Polisi Gencar Patroli Protokol Kesehatan


Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian, Didampingi Kabag Ops. AKP Ujang Saputra Memimpin Langsung Patroli Prokes

SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Guna mencegah dan menekan penyebaran Virus corona,  Polres Majene, Sulawesi Barat gencar melakukan patroli prokes, dengan menyisir sejumlah jalan protokol,  warung dan café serta sejumlah tempat yang sering ditempati nongkrong  anak muda, Jumat (20/8/2021) malam

Selama menyisir dibeberapa tempat, Polisi mendapati sejumlah anak muda yang sedang nongkrong, lantaran tidak mengindahkan ketentuan prokes petugas terpaksa membubarkan mereka.

Selain menyisir sejumlah jalan protokol dan tempat nongkrong anak muda,  Polisi juga menyisir sejumlah warung kopi dan café, namun hingga batas jam 09 malam masih ada pemilik warung dan café yang tidak mengindahkan aturan prokes.

Baca juga  Ternyata Ini Penyebabnya, Lomba Game Free Fire di Assamalewuang Dibubarkan Polisi dan Satpol PP

Di beberapa tempat yang didatangi Polisi, para pengunjung café dan warung kopi yang tengah asyik menikmati hidangan langsung disuruh bubar oleh Polisi dan diminta untuk segera meninggalkan lokasi. Bahkan di salah satu café Polisi terpaksa membubarkan sejumlah anak muda yang sedang melakukan pesta miras.

Baca juga  Avanza Hitam Terjebak di Tengah Longsoran Jembatan Putih Pasada Mamuju

“Tindakan yang dilakukan oleh polisi dalam penerapan prokes, tujuannya untuk menekan dan mengantisipasi  penyebaran covid-19 di wilayah Majene, apalagi ada intruksi Gubernur Sulawesi Barat,” kata Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian didampingi Kabag Ops Polres Majene, AKP Ujang Saputra.

Febryanto Siagian berharap, dengan upaya Patroli yang dilaksanakan tersebut dapat menyadarkan warga, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, apalagi saat sekarang ini kasus Covid-19 masih tinggi, dan wilayah Majene masuk kategori Level 3.

Baca juga  Seorang Warga Segeri Majene Mencoba Mengakhiri Hidup Dengan Minum Racun Serangga

“Sasaran patroli untuk mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, dan disiplin bagi para penjual makanan sesuai intruksi mendagri, jadi ketentuannya para pengunjung hanya dibolehkan makan di warung hingga pukul 21.00 malam, setelah itu tidak boleh lagi, apalagi berkerumun,” ungkapnya.(Ali).


PERISTIWA