Pokja Vaksinasi Covid-19 Majene Rapat, Bicarakan Rencana Vaksinasi Massal Edisi Ketiga


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Bupati Majene Lukman meminta kepada setiap personil tim pokja covid 19 Kabupaten Majene menyukseskan kegiatan vaksinasi massal nasional yang akan dilaksanakan pada 26 Juni mendatang. 

Berkaca pada dua kegiatan vaksinasi massal lalu yang dipusatkan di dua tempat yaitu Pasar Sentral dan Pendopo Rujab, masih belum maksimal atau tidak mencapai target. Sehingga tim pokja kata Lukman harus belajar dari dua kegiatan tersebut dan menyukseskan program nasional karena Majene adalah bagian dari Indonesia.

”Kita sudah ada pengalaman di dua kegiatan vaksinasi massal sebelumnya, biasanya kalau yang pertama dan keduanya tidak maksimal, yang ketiga semoga sudah berhasil,” Ujar Lukman saat kegiatan rapat monitoring evaluasi tim pokja vaksinasi covid 19 kabupaten Majene yang dilaksanakan di ruang pola, Selasa 22 Juni 2021.

Baca juga  Pedagang Pasar Malam Menolak dipindahkan ke Pantai Binanga

Turut hadir dalam rapat evaluasi tersebut Dandim 1401 Majene, Kapolres Majene, Pj Sekda Majene, Perwakilan Kajari, Pimpinan OPD, Camat, dan kepala Puskesmas se Kabupaten Majene & Tim Pokja Vaksinasi Covid-19.

Di kesempatan tersebut, ia juga memastikan kepada para camat, kepala puskesmas, danramil dan babinsa di masing-masing wilayah untuk mampu mencapai target yang ditetapkan, yaitu Kecamatan Banggae 200 orang, Banggae Timur 200 orang, Pamboang 175 orang, Sendana, Tammeroddo, Tubo, Malunda dan Ulumanda masing-masing 75 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Majene dr Rahmat Malik mengatakan, salah satu kendala dan tantangan yaitu sulitnya mencapai target pelaksanaan vaksin setiap hari, mengingat vaksinasi covid 19 berbeda dengan vaksin lainnya. Vaksinasi covid 19 harus melalui beberapa tahap seperti screaning dan pengisian data di aplikasi. Sehingga jika ditargetkan 150 pada hari itu, bisa saja realiasasinya hanya 75 orang karena dari hasil screaning ada yang tidak diloloskan karena alasan kesehatan lainnya.

Baca juga  Bupati Wajo Kunjungi Bupati Majene, Apa yang Mereka Bicarakan?

Kendala lainnya juga disampaikan Dandim 1401 letkol Infanteri Yudi Rombey, ia mengatakan informasi hoax yang berkembang masih membuat masyarakat enggan untuk divaksin, sehingga beberapa program kegiatan di bidang sosialiasi dan komunikasi covid 19 akan melakukan  sosialiasi secara intensif, memasang baliho termasuk menggunakan semua media komunikasi publik.

Sementara itu, pada bidang perencanaan tim pokja Covid 19 yang dikoordinir Kepala Bapeda Majene Adlina Basharoe mengatakan, usulan anggaran vaksinasi perencana sekira Rp 3.6 M, namun realisasinya di angka Rp 2 M karena mengalami beberapa kali refocusing. Anggaran tersebut untuk membiayai honorarium pelaksana kegiatan vaksin,  advokasi kegiatan,  monitoring tata laksana dan pengendalian covid 19.

Baca juga  NU Majene Gelar Konferensi Cabang Masa Khidmat 2019-2024

”Tapi sampai saat ini masih anggaran parsial, pasalnya masih ada perangkat daerah yang belum selesai di refocusing, sehingga pelaksanaan operasional di puskesmas dan Dinas Kesehatan masih menggunakan anggaran masing-masing,” ujarnya.

Namun ia menargetkan pada akhir Juni pencairan dana kegiatan bisa dilakukan.

Turut hadir dalam rapat evaluasi tersebut Dandim 1401 Majene, Kapolres Majene, Pj Sekda Majene, Perwakilan Kajari, Pimpinan OPD, Camat, dan kepala Puskesmas se Kabupaten Majene dan Tim Pokja Vaksinasi Covid-19. (hms-ih)


DAERAH