Plt.Kadisdik Majene Sebut Vaksin untuk Siswa Masih Terbatas


Kadisdik Majene Mithar Tala Ali saat memberikan sosialisasi kepada sejumlah siswa di SDN 26 Pakkola. (foto : ist)

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Untuk memaksimalkan siswa 12 tahun keatas agar melakukan vaksinasi dosis sinovac, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Majene bersama petugas kesehatan dari Dinkes Majene menjemput bola dengan mendatangi sejumlah sekolah untuk vaksin siswa yang berumur 12 Tahun keatas.

Plt. Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Majene, yang dikonfirmasi via telepon, Sabtu (18/9/2021) mengatakan, proses vaksin bagi siswa masih sementara berjalan. “Ada sosialisasi, ada juga yang sudah melakukan vaksin. Jadi sekarang ini sudah giat anak-anak divaksin, tapi rupanya persediaan vaksin untuk siswa terbatas,” ujarnya.

Baca juga  Gebrakan Kadisdik Majene yang Baru, 20.000 Masker Dibagikan untuk Siswa PAUD dan SD

Mantan ketua PGRI Majene itu menjelaskan, jumlah siswa yang sudah menjalani vaksin jenis sinovac masih minim. “Masih minim, kita sementara sosialisasi, memberikan pengertian kepada masyarakat, orang tua siswa, itu vaksin memang penting, itu yang kita lakukan,” jelasnya.

Kadis Balitbang Majene itu kembali mengatakan, siswa yang divaksin masih terbatas. “Belum sampai 50 persen, yang bisa divaksin hanya anak SMP, kalau SD paling-paling yang kelas VI,” tambahnya.

Baca juga  Bupati Majene Launching Bus Sekolah Gratis

Lelaki yang selalu tampil rapi itu menuturkan, untuk sementara, petugas kesehatan melakukan vaksinasi di sekolah-sekolah. “Kita harapkan, masyarakat semakin sadar, sehingga mengunjungi fasilitas kesehatan yang ada di sekitarnya (untuk vaksin),” jelasnya.

Selain itu, tambah mantan kepala SMKN 2 Majene ini, pihaknya juga selalu mengunjungi sekolah-sekolah untuk memastikan, apakah pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. “Saya ada sekarang di SDN 26 Pakkola, meninjau PTM, harus dipastikan berlangsung sesuai protokol kesehatan. Karena mereka sudah berjanji. Kita berikan izin PTM dengan catatan guru dan tendiknya di atas 80 persen sudah vaksin, kemudian akan menerapkan prokes, “pungkasnya. (Wan)

Baca juga  Shalat Idul Fitri Baiknya di Lapangan atau di Masjid?

PENDIDIKAN