Dibaca : 37 kali.

Plt. Bupati Majene : Sebentar Lagi Vaksin Covid-19 akan Tiba di Majene


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Rapat Koordinasi rencana Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka dilaksanakan di Ruang Rapat Wakil Bupati Majene, Senin, 4 Januari 2021. Dihadiri Plt. Bupati, Dandim, Kapolres, Kajari, Pjs. Sekda, Kadis. Pendidikan, Ka. BPBD, Kadis. Kesehatan, Kasatpol. PP, Kabag. Prokompim & Kabag. Organisasi, Ketua MKKS SMK dan SMA, Koordinator Pengawas dan Jubir covid-19.

Kadis Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Ir. Iskandar mengatakan, Kewenanangan pembukaan tatap muka ada di Pemda, Dinas Pendidikan sudah menyiapkan daftar periksa dari semua kecematan tentang sampai sejauh mana kesiapan pembelajaran tatap muka. “PKM juga berhak melakukan pengamatan terhadap kesiapan dalam bentuk daftar bilik dalam hal pengamatan perilaku,” ujarnya.

Koordinator Pengawas SMA dan SMK mengatakan, di beberapa tingkat pendidikan yang selama ini melaksanakan pembelajaran jarak jauh, masih sedikit yang sekolah yang sanggup melaksanakannya, termasuk guru keliling juga dianggap rentan terhadap penyebaran virus Covid-19. “Ada 14 indikator yang dalam daftar isian yang dikeluarkan oleh Mendikbud, itu tidak semua sekolah sanggup melaksanakan juga. Apakah tidak ada baiknya, bila guru keliling yang selama ini dilakukan dipindahkan ke sekolah, tentu dengan persyaratan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Baca juga  Nenek 90 Tahun yang Meninggal di Polman Dinyatakan Positif Covid19

Ada 3 opsi yang ditawarkan, lanjut Korwas, yaitu Sistem Guru Keliling, Sudah ada tayangan pembelajaran di TVRI setiap pagi bagi daerah yang dianggap zona merah dan Tatap muka di daerah yang zona hijau dengan protokol ketat (Tubo dan Tammero’do).

Kadis Kesehatan dr. Rakhmat mengatakan, Zona Merah dianggap belum bisa tatap muka. “Bila memang pada saat mulai belajar tatap muka di daerah Tubo dan Tammero’do yang dianggap zero kasus, sebaiknya tidak langsung belajar mengajar dulu dalam kelas, namun lebih baik melakukan sosialisasi protokol kesehatan dalam kelas dan lingkup sekolah,” ujar dokter Rakhmat.

Jubir Covid-19 Majene Sirajuddin menyebut, semua masyarakat sebenarnya sudah mengerti tentang covid, namun karena sudah jenuh akhirnya masa bodoh. “Sebaiknya kalau kita akan membuka sekolah tatap muka, maka kita tunggu saja proses vaksin,” sarannya.

Baca juga  Terbaru, Tiga Warga Polman Dinyatakan Sembuh Covid19

Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji mengatakan,
ada 4 syarat yang dikeluarkan oleh Mendikbud yaitu Zona Hijau, Ijin dari Pemda dan Gugus Tugas, Daftar Periksa dan Ijin Orang Tua. “Dari semua syarat di atas, syarat pertama saja kita sudah tidak sanggup jalani. Intinya Rencana Tatap Muka supaya dapat dipertimbangkan kembali,” usul Kapolres.

Dandim 1401 Majene mengatakan, sepertinya Kabupaten Majene memang belum memenuhi syarat untuk melakukan pembelajaran tatap muka, karena opini masyarakat dengan pemerintah daerah akan ada mosi tidak percaya terhadap pemerintah daerah. “Sebaiknya kita tunggu hasil Vaksin yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Kajari. Majene mengatakan, sebaiknya ada beberapa altrnatif dalam pembelajaran, jangan memaksakan untuk membuka pembelajaran tatap muka. “Para siswa itu juga jangan sampai kehilangan kendali dan menimbulkan rasa bosan,” tuturnya.

Pjs. Sekda Majene, yang juga sebagai alumni penderita covid19 mengatakan, selama 12 hari saya dirawat di RS karena covid19 bergejala. “Perlu dicermati betul, jangan sampai anak anak kita masuk dalam bahaya akibat covid19, karena itu menyangkut masa depan anak kita juga,” ujarnya.

Baca juga  Bertambah 16, Kini Orang Terkonfirmasi Corona di Sulbar Menjadi 384 Kasus

Plt. Bupati Majene Lukman mengatakan, sebentar lagi vaksin akan tiba di Majene, dan kemungkinan untuk wilayah Sulbar akan tiba di Kabupaten Majene terlebih dahulu.

Setelah melalui masukan dan pertimbangan, akhirnya rapat disimpulkan, sambil menunggu datangnya vaksin, proses belajar tatap muka ditiadakan dan tetap dalam bentuk daring bagi daerah yang punya jaringan atau signal, namun yang tidak punya signal melakukan guru keliling, seperti yang dilakukan selama ini, tempatnya menyesuaikan kondisi daerah masing masing, namun semua sekolah tetap dibuka seperti biasa.

Ini berlaku untuk semua tingkatan sekolah yang ada di Kabupaten Majene. Rencananya, hasil rapat ini akan dikeluarkan kembali berupaSurat Edaran Bupati Majene terkait hasil kesepakatan rapat hari ini. (Ih)