Pilkada 2020. Syamsul Samad : Tidak Ada Hal yang Perlu Ditakutkan Untuk Datang ke TPS


Ketua Komisi I DPRD Sulbar Syamsul Samad, S.Ip, M.Si

SULBAR99NEWS.COM-MAMUJU, Pilkada serentak 2020 ini adalah agenda nasional yang sifatnya memiliki tantangan yang besar. Pemerintah menyelenggarakan ini dengan resiko yang cukup tinggi, karena kita sedang melaksanakan ini di tengah pandemi.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Sulbar Syamsul Samad, S. Ip, M.Si yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/12/2020). Namun, lanjut anggota DPRD dapil Polman itu, tidak boleh mundur dan harus tetap dilaksanakan. “Kita sudah sepakat laksanakan. Yang kami pantau, alhamdulillah, khususnya di Sulbar, pihak penyelenggara sudah bekerja maksimal, bagaimana berpilkada di tengah pandemi, mereka sudah melalui Bimtek. Sudah diberikan pengarahan berkali-kali. Saya masih yakin besok akan berjalan lancar dan warga insya Allah akan datang memberikan hak pilihnya,” ujarnya.

Baca juga  Patma-Lukman: Penanganan Air Bersih Masih Menjadi Atensi

Terkait standar protokoler kesehatan, lanjut Syamsul, dalam rangka pelaksanaan pilkada ini, masih meyakini akan berjalan dengan ketat. “Jadi tidak ada hal yang perlu ditakutkan untuk datang ke TPS. Saya melihat, meskipun tensinya agak tinggi, karena memang diprediksi dari awal bahwa Sulbar, termasuk Mamuju, tensinya agak tinggi,” tambahnya.

Namun, hingga H-1, lanjut Syamsul, sejauh ini, Alhamdulillah tidak ada ketegangan yang berujung keributan atau benturan fisik karena masih berdebat pada konteks wacana. “Isu itu tidak sampai kepada benturan fisik. Kedua kandidat ini menjual programnya masing-masing dan kita hargai itu. Sudah selayaknya seperti itu. Yang kita jual dalam pilkada itu adalah visi, misi, program yang dilaksanakan, bukan memunculkan politik identitas, ras, kekerasan dan seterusnya,” lanjutnya.

Baca juga  Polres Pasangkayu Terjunkan 75 Personil Amankan Pendaftaran Bapaslon

Alhamdulillah, di Mamuju, Syamsul mengamati demikian, begitu pula di Majene juga, semua berjalan aman. “Awal-awal isu itu ada, namun setelah kita terus menerus (menghimbau) dan semua pihak bisa menahan diri, Isu politik identitas sudah mulai ndak ini (berkurang). Sampai detik ini, belum ada konflik yang luar biasa,” tuturnya.

Ketua Komisi I DPRD itu berharap, setelah ada hasil pilkada, keempat daerah yang menggelar pilkada serentak ini, bisa menerima hasilnya dengan baik. Apapun itu hasilnya.

Baca juga  Sekretaris Nasdem Sulbar Tanggapi Bergabungnya Mantan Ketua Nasdem Kalukku ke Demokrat

Terkait kesiapan penyelenggara pilkada, seperti kertas suara dan sebagainya, Syamsul melihat H-1 ini, belum dapat laporan yang berarti terkait kesiapan penyelenggara. Sejauh ini masih aman-aman saja. “Mudah-mudahan, mulai dari penyelenggara tingkat provinsi sampai pada level KPPS, bisa betul-betul menjaga integritasnya dalam menyelenggarakan pilkada,” lanjutnya.

Biasanya konflik itu dipicu karena integritas yang tidak terjaga dari penyelenggara. “Kalau integritas itu bisa terjaga dengan baik, saya yakin tidak akan berpotensi konflik luar biasa. Seperti sepakbola, kalau wasitnya jujur, kedua tim merasa puas, bagaimanapun kerasnya pertandingan, ” pungkasnya. (Syarifuddin Andi-Satriawan)


PILKADA