Pertumbuhan Ekonomi Majene Tertinggi di Sulbar


Kepala Dinas Pertanian, Ir. Burhan

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Pertumbuhan ekonomi Majene saat ini tertinggi di Sulawesi Barat. Hal ini tak lepas dari peran sektor pertanian yang terus meningkat, meskipun di masa pandemi covid19.

Kepala Dinas Pertanian, Ir. Burhan, yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/11/2020) lalu mengatakan, harus diakui persoalan utama dalam membangun pertanian adalah persoalan air. “Dengan dasar itu, ada beberapa yang telah kita lakukan. Kita memang banyak bertani tadah hujan. Supaya pelaksanaan pertanian ini berkesinambungan, ada beberapa cara kita lakukan, termasuk kita sampaikan petani untuk memberikan informasi sarana yang dibutuhkan kaitan dengan mesin air, “ujarnya.

Baca juga  Seluruh Personil Basarnas Mamuju Divaksinasi Covid-19

Salah satunya contoh, lanjut Burhan, dengan memberikan mesin penarik air dari sumber. “Di galungpaara ada, kemudian kerjasama dengan pemdes, kalau hanya dari mesin bantuan dinas pertanian, kurang maksimal. Dibantu dari anggaran desa dengan memadukan mesin yang diberikan. Ternyata bagus, di ujicoba, dia mampu menarik air hingga 600 meter dan mampu menyebarkan hingga 2 kilo meter,” ujarnya.

Dengan cara begitu, pertanian di Galungpaara, berkelanjutan terus menerus. Kalau curah hujan tinggi di situ, diistirahatkan lagi mesin, ada beberapa wilayah yang dibantu mesin,” tambahnya.

Baca juga  669 Pelaku Usaha di Pasangkayu dan Mateng Dapat Stimulus UMKM Pemprov Sulbar

Yang kedua, lanjut Burhan, kita selalu memfasilitasi petani dengan meminta kebutuhan sarana prasarana kaitannya sumber air. “Teknologi sekarang banyak, seperti pembuatan embung, kita membangun kolam, agar nantinya dia bisa tampung air saat musim penghujan,” ujarnya.

Beberapa instansi mengakui kehebatan pertanuan di Majene, mulai dari BPS, Bappeda dan Bank Indonesia. “Kontribusi PDRB Majene dari tahun ke tahun, yang tertinggi dari pertanian. Itu gambaran pertanian berjalan,” urainya.

Baca juga  Covid-19, Majene Dinyatakan Berstatus Siaga Darurat Bencana

Selain itu, Burhan juga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulbar terdapat di majene. “Lebih enam persen, bisa tanya statistik, bappeda dan lain-lain, bukan keluar dari mulut saya,” tuturnya.

Di masa pandemi covid19 ini, Burhan menjelaskan, hampir semua sektor mengalami pertumbuhan negatif, seperti sektor jasa, pariwisata, industri dan sebagainya. “Salah satu sektor yang positif pertumbuhannya itu adalah sektor pertanian,” pungkasnya. (Satriawan)