Perbaikan 3463 Rumah Terdampak Gempa di Majene, 40 Pendamping Dibekali Ilmu


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Pelatihan dan Pembekalan Tenaga Pendamping Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Terdampak Gempa Bumi Kabupaten Majene Tahun 2021, dilaksanakan di Hotel Grand Aulia Majene, Jumat, 27 Agustus 2021.

Salah satu mekanisme dalam program Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Terdampak Gempa Bumi di Majene yakni keberadaan Tenaga Pendamping yang bertugas untuk melakukan pendampingan ke masyarakat yang mendapatkan bantuan stimulan tersebut.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Majene telah membentuk tim pendamping sesuai dengan juknis yang dikeluarkan pemerintah pusat. Dimana dari total 3463 rumah akan di tangani 6 orang koordinator, tenaga pendamping teknis 10 orang dan tenaga pendamping administrasi sebanyak 30 orang.

Baca juga  Tak Perlu Jauh Lagi, Kantor Imigrasi Layani Pembuatan Passport di MPP Barru

Dari jumlah tersebut, mereka mengikuti pelatihan dan pembekalan sebelum bertugas sebagai tenaga pendamping Bantuan Stimulan Perbaikan rumah terdampak gempa bumi tahap pertama.

Menurut Kadis Perkimtan Kabupaten Majene Hj. Lies Hirawati, pemilihan tenaga teknis dan tenaga administrasi berdasarkan latar belakang pendidikan sekurang-kurangnya Diploma III ( D3 ) dan telah melalui seleksi administrasi tertulis dan wawancara.

Ia juga menjelaskan untuk tahap pertama akan dilaksanakan dengan klasifikasi tingkat kerusakan. Di Kecamatan Malunda, rumah dengan kategori rusak berat sebanyak 229 unit, rusak sedang 1014 unit, rusak ringan 1127 unit (total 2370 rumah) Sementara di Kecamatan Ulumanda, kategori rusak berat 299 unit, rusak sedang 244 unit dan rusak ringan 559 unit (Total 1093 rumah).

Baca juga  Kepengurusan PWI Kabupaten Wajo Diperpanjang

Wakil Bupati Majene Arismunandar yang membuka kegiatan tersebut berharap agar para tenaga pendamping atau fasilitator dapat mengabdi secara professional dan bertanggungjawab dalam mengemban tugasnya sesuai dengan petunjuk teknis, agar kegiatan bantuan stimulan perbaikan rumah terdampak gempa tepat sasaran, tepat guna dan sesuai prosedur.

Baca juga  Pelantikan Anggota DPRD Majene Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Puluhan Mahasiswa

Keberadaan para tenaga pendamping sangat penting, pasalnya masih ada masyarakat yang belum paham kemudian terjadi permasalahan di lapangan. Misalnya adanya keinginan dan kemauan masyarakat penerima bantuan namun tidak sesuai juknis. “Untuk itu para tenaga lapangan yang bertugas harus menguasai juknis dan tetap berkoordinasi dengan unsur Kecamatan, Kades, Lurah, Babinsa, Babinkantibmas, tokoh masyarakat demi kelancaran pelaksanaan kegiatan,” terangnya. (rls-ih)