Terbaik terbaik

Penyaluran BLT Majene. Hasriadi : Sekarang Ini Semua Jadi Miskin


Hasriadi, Anggota DPRD Majene dari partai Amanat Nasional (PAN)

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Pandemi corona yang masih melanda dunia sekarang ini benar-benar memporakporandakan segala sektor. Termasuk sektor ekonomi yang mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan dan tidak dapat lagi bekerja akibat kebijakan kebijakan yang diambil pemerintah dalam mengurangi enularan covid-19 di Indonesia.

Hasriadi, Anggota DPRD Majene dari partai Amanat Nasional (PAN) mengungkapkan, dalam penyaluran bantuan sosial maupun bantuan langsung tunai, baik dari Pemerintah pusat, daerah maupun desa, akibat dampak social covid19, banyak yang tidak akan dapat.  “Yang berhak dapat kan ada kriterianya. Yang dapat ini, dapat itu, kan tidak dapat. Kalau yang akan dibagi Pemda ini  ada dua penganggaran, yaitu penganggaran kesehatan dan penganggaran sosial, sekitar Rp 26 Miliar,” ungkap Hasriadi.   

Baca juga  Dalif Arsyad Sekretaris Fraksi Kebangkitan Nasional, Diusul Masuk Komisi I

Lebih jauh politisi PAN tersebut mengatakan, untuk bantuan sosial, sekarang ini Pemda sudah minta data ke desa dan kelurahan. “Tidak boleh lagi menyalahkan pemda kalau ada yang jadi masalah, “ tambahnya.

Hasriadi menegaskan, sekarang ini semua masyarakat menjadi miskin akibat covid-19 ini. “Ada saja nanti orang-orang yang sebelumnya tidak miskin akan menjadi miskin. Itu nanti akan menuai polemik bagi yang tidak mengerti. Untuk apa ini bantuan, ini kan untuk mengatasi sosial dalam penanganan covid19.kondisi tidak normal,” ujarnya.

Baca juga  Reses di Tamo Banggae Timur, Dalif Arsyad Terima Sejumlah Usulan Warga

Karena dampak covid19, lanjut Hasriadi, ada orang yang sebelumnya mampu menjadi tidak mampu, karena tidak kerja. “Itu yang diatasi. Bisa jadi rumahnya berdinding kaca, tapi tidak kerja, dapat itu,” imbuhnya.

Anggota DPRD Majene dari dapil III itu menambahkan, sekarang ini di desa dan kelurahan telah melakukan pendataan.  “Itulah yang akan diolah pemda, memang sekarang belum turun karena masih dalam pendataan. Tidak boleh kita buru buru. Tentu semua orang mau buru buru. Apa gunanya buru- buru kalau resisten konfliknya lebih tinggi. Tentu akan ada konflik, tapi kita mau meminimalisir,” ujarnya.

Baca juga  DPRD Sulbar Minta Pemprov Negoisasi Pemilik Tanah Soal Pembebasan Lahan Gedung Farmasi

Hasriadi mengingatkan, pemda harus berhati-hati. “Untuk penyalurannya pasti dianggap terlambat. Pesan presiden, hati-hati mengelola dana ini. Baru saminggu lalu melakukan penggeseran anggaran. Setiap anggaran ada aturan mainnya untuk digeser. Butuh waktu” tambahnya.

Hasriadi menambahkan,  sebenarmya anggarannya sudah siap, sudah disetujui., kendalanya hanya pada data yang valid.“ Sekarang datanya belum valid. Kalau sudah dilakukan permintaan pembayaran, cair itu,” urai Hasriadi seraya menyebut memang semua dadakan ini barang, namanya bencana. (Satriawan)