Pensiunan ASN yang terpidana Korupsi sebelum Batas Usia Pensiun Juga akan di PTDH


Membaca. Sekretaris Kabupaten Majene sedang membaca berkas berkas terkait PTDH ASN terpidana Korupsi

Sulbar99.com. Pensiunan ASN yang terpidana kasus korupsi dan berkekuatan hukum tetap (Inkrah) sebelum memasuki masa pensiun juga akan diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH). Hal ini diungkapkan A. Sukri Tammalele, Sekretaris Kabupaten Majene, Senin (6/5/2019) di ruang kerja Sekda Majene.

Baca juga  Ikatek Unhas Akan Gelar Diskusi Terfokus Bahas Strategi Rantai Pasok Mendukung Pembangunan Ibukota Baru

Sekkab Majene A. Sukri Tammalele  mengungkapkan jika saat ini belum bisa melakukan PTDH terhadap pensiunan ASN terpidana Korupsi yang inkrah sebelum memasuki masa pensiun.” Kita masih menunggu regulasi dari pusat, seperti apa pelaksanaannya, yang jelas, saat ini ASN terpidana korupsi yang masih berstatus sebagai ASN yang diberhentikan dulu,” Ujar Sekkab Majene yang didampingi Ruski hamid, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Majene. Ruski Hamid menambahkan, enam orang ASN yang diberhentikan ini merupakan laporan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tempat ASN itu bekerja.

Baca juga  Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg: Warga Serbu Pangkalan, Gas Elpji 3 kg Jadi Primadona Baru Masyarakat

Perlu diketahui, surat Menpan dan RB tertanggal 28 Februari terkait Petunjuk pelaksanaan PTDH dalam ayat 2 huruf d menyatakan, jika ASN yang telah menerima SK pensiun namun pernah terpidana korupsi berkekuatan hukum tetap sebelum batas usia pensiun, maka surat keputusan itu harus dicabut dan diganti menjadi Pemberhentian tidak dengan hormat  (PTDH).

Baca juga  Genjot Usaha Lokal Indonesia Lewat Kampanye Gernas BBI
Berdasarkan data data yang berhasil dihimpun Media Sulbar99.com, terdapat empat pensiunan ASN yang berkekuatan hukum tetap sebelum memasuki masa pensiun di Kabupaten Majene. Keempat pensiunan ASN tersebut belum di PTDH karena masih menunggu regulasi  dari pusat. (IM)


NASIONAL