Dibaca : 27 kali.

Penjual Musiman di Bulan Ramadhan. Tradisi Masyarakat Mandar Yang Mulai Memunah


Jajanan Bulan Puasa. Penjual jajanan malam ramadhan ini sudah mulai berkurang dan terancam punah. Tampak kacang goreng di salah satu jualan tersebut yang menjadi incaran para pembeli (foto : idham)

Sulbar99.com– Majene. Mungkin beberapa tahun yang lalu, penjual musiman pada malam ramadhan yang ramai di sepanjang jalan kampung masih sangat banyak kita jumpai. Namun saat ini, penjual berbagai jajanan seperti Kacang Goreng, Jagung rebus, Kedondong dan lain-lain tersebut mulai jarang dijumpai. Padahal, penjual seperti inilah yang menjadi salah satu primadona yang ditunggu ketika memasuki bulan suci ramadhan.

Baca juga  Tim Penggerak PKK Kabupaten Majene Meraih Penghargaan Pakarti Madya I Nasional

Salah seorang penjual jajanan di bulan ramadhan yang menggelar jualannya di lingkungan Camba Utara, Darmawati, mengatakan bahwa penjual seperti ini sudah mulai berkurang.”Saya menjual jajanan setiap bulan puasa sejak tahun 1992, jadi lama sekalimi saya menjual,” Ungkap Ibu lima anak ini seraya menambahkan bahwa sudah menjadi kebiasaan menjual pada bulan ramadhan. Darmawati menambahkan, keuntungan menjual jajanan bulan ramadan tidak seberapa, hanya kesenangan saja.” Untungku biasa Rp15ribu, lumayan buat uang jajan anak-anak,”Lanjut Wanita yang sudah berusia 47 tahun tersebut.

Baca juga  Besok Akan Terjadi Gerhana Matahari Total, Hindari Melihat Langsung Matahari

Sementara itu, salah seorang penjual jajanan yang menjual di Lingkungan Garogo, Ida, mengungkapkan , jualan seperti ini hanya kesenangan saja, kalau untung yang dicari dapatnya tidak seberapa. Ida yang menjual berbagai jenis jajanan seperti rujak, Pisang ijo, jagung rebus dan lain-lain terkadang memperoleh keuntungan Rp20ribu setiap hari.

Deni, salah seorang penikmat jagung rebus mengungkapkan, pada saat bulan ramadhan inilah, kita banyak disuguhi pilihan untuk jajan berbagai jenis makanan tradisional. “Saya biasanya makan jagung rebus nanti pada bulan puasa, soalnya penjual jagung rebus diluar bulan ramadhan sangat jarang,” kata Deni sambil mencicipi sedikit demi sedikit jagung rebus yang terdapat ditangannya.

Baca juga  Perbedaan Batuk karena Gejala Terinfeksi Virus Corona dan Batuk Biasa
Deni menambahkan penjual seperti ini harus mendapat perhatian dari pemerintah, sebab hal ini bisa disebut sebagai tradisi masyarakat Mandar yang adanya hanya pada bulan ramadhan.”kalau ini dibiarkan berkurang, akhirnya lama-lama punah, nanti kalau sudah tidak ada, susah dong cari penjual jagung rebus dengan sambal kelapa yang nikmat,” Ungkap Deni, (IH)