Penjemputan Pasien Kabur di Mamuju Belum Berhasil


ilustrasi (internet)

SULBAR99NEWS.COM-MAMUJU, Upaya untuk mengembalikan pasien positif covid19 tanpa gejala, yang kabur dari RS Regional Mamuju, Jumat 29 Mei 2020 lalu, belum berhasil dijemput untuk dirawat kembali di RS Regional.

Anggota Tim Gugus Covid19 Mamuju, dr. Ihwan yang dihubungi, Sabtu (30/5/2020) malam mengatakan, upaya penjemputan pasien tersebut belum ada perkembangan. “Belum ada gerakan. Saya masih tunggu terus teleponnya. Sepertinya pendekatan secara persuasif tidak berhasil,” ujarnya.

Baca juga  Seorang Staf Kelurahan Banggae Terpapar Corona, 32 Pegawainya Jalani Swab

Dr. Ihwan menambahkan, pasien kabur yang beralamat di Sampoang Mamuju masih terus bertahan. “Keluarganya tidak sabar menunggu hasil lab, dia mau anaknya dirumah saja,” ujar dr. Ihwan.

Lebih jauh dr. Ihwan menyebutkan, sebenarnya pasien tanpa gejala itu bisa diisolasi mandiri tapi dengan syarat. “Ada fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, dokternya disitu bertanggungjawab, untuk monitoring. Yang kedua pihak keamanan juga ikut memantau, jangan sampai dibilang isolasi mandiri, tapi pergi jalan-jalan,” ungkap dr. Ihwan.

Baca juga  Seorang Warga Labuang Majene Positif Covid19

Sehingga itu, lanjut dr. Ihwan, banyak pihak yang tidak mau kalau dilakukan isolasi mandiri karena mereka tidak yakin.

Sebenarnya, dua pilihan, yakni isolasi mandiri dan dirawat di RS semua boleh. “Dua-duanya boleh, diisolasi di RS, kami siap, mau isolasi mandiri silahkan, tapi itu tadi protokolnya, ” tambahnya.

Baca juga  Nelayan Perjalanan Bontang Diperiksa Petugas PKM Totoli

Terkait pasien yang kabur dari RS, dr. Ihwan menyebut respon masyarakat tidak setuju kalau isolasi mandiri. “Yang tanda tangan (dukungan isolasi mandiri) itu keluarganya yang di dalam rumah. Yang tanda tangan itu tetangga kalau mau dapat dukungan, ini bukan tetangganya yang tandatangan,” tutur dr. Ihwan. (Satriawan)


COVID19