Penistaan Agama Buah Sistem Kapitalis-Sekuler


Oleh : Sitti Fatimah

Lagi-lagi penistaan agama terjadi meski ditengah pandemi covid-19 yang tengah melanda. Kali ini terjadi aksi pembakaran Al-Quran yang sistematis dan di lakukan dengan dukungan politisi di Swedia dan Norwegia.

Berdasarkan laman yang dilansir dari Detiknews terdapat 300 demonstran yang turun ke jalanan di Malmo, Swedia pada sabtu (29/8/2020). Kekacauan di picu karena politisi Denmark , Rasmus Paludan yang dikenal sebagai seorang yang anti-islam dilarang untuk mengadakan pertemuan yang kemudian di hentikan di wilayah perbatasan. Pada tahun lalu tepatnya (22/3/2019) Rasmus Paludan pemimpin partai garis keras anti-imigran Denmark menjadi perhatian karena membakar Al-Qu’an yang dibungkus dengan danging babi.

Hal inilah yang melindungi Swedia selama dua tahun. Dilarangnya Paludan ini kemudian dilengkapi protes dari para pendukungnya. Bahkan salah satu dari golongannya berangkat Al-Quran yang kemudian di publikasikan ke media sosial. Situasi Swedia menjadi kacau karena adanya berbagai kecaman hingga menghebohkan dunia. Aksi ini bermula pada jumat malam (18/8/2020) yang kemudian berlanjut hingga sabtu dini hari. kekerasan meningkat terus, para demonstran melempar batu dan memulai larangan di jalan Malmo.

Semantara itu juga terjadi di Ibu Kota Norwegia sabtu (29/8/2020) ketika seorang anti-islam merobek-robek halaman Al-Qur’an akibatnya terjadi bentrok antar kelompok. Unjuk rasa anti-islam itu diorganisir kelompok Stop Islamisasi Norwegia (SIAN). Polisi Norwegia mengamankan 30 orang dalam kekacauan yang berlangsung di dekat gedung Norwegia (Republika.co.id, 1/9/2020).

Baca juga  Nasib Pilu Guru Honorer dalam Mencari Kesejahteraan

Islamofhobia menjadi Penyakit Masyarakat Barat Sekuler

Puncak islamophobia terjadi setelah peristiwa 11 september 2001 di New York. Berbagai ragam bentuk kecaman islamophobia mulai dari sebuah cadar bagi muslimah, dilarangnya melaksanakan ibadah hingga pendiskriminasian umat islam. Segala penindasan terhadap umat islam dan penistaan ​​agama menjadi bukti bahwa kebencian masyarakat barat sekuler menjadi ancaman bagi setiap umat muslim di barat. Hal ini semata-mata karena umat islam tetap teguh pada syariat islam dan tidak berbaur dengan budaya-budaya barat yang sekuler.

Islamophobia sengaja di hadirkan oleh barat untuk menjauhkan manusia dari islam yang sebenarnya menjadi kebahagian hakiki. Sedangkan sistem kapitalisme dengan paham sekuler yang mereka tawarkan hanya akan membawa pada kerusakan. Sejatinya Islamophobia sengaja di bangun oleh barat untuk menghancurkan umat islam dan menjauhkan dari kembangkitan. Barat dengan sistem kapitalis-sekulernya mendudukkan islam dan kaum muslim sebagai sumber kehancuran di muka bumi. Untuk itu pembakaran Al-Qur’an sengaja di hembuskan kembali sebagai sikap islamophobia.

Barat melihat kondisi umat islam saat ini telah menuju kebangkitan hakiki, menjadikan mereka berusaha merintanginya dengan segala kebijakan yang diberlakukannya. Meski negara barat menganggap bahwa tindakan pembakaran Al-Qu’an ini melawan hukum. Tapi mereka tetap melakukan aksi ini dengan anggapan bahwa meraka kebal hukum karena kekuasaan yang mereka pegang saat ini. Asas kebebasan dalam sistemn kapitalis hanya menjadi slogan untuk menutupi kebobrokannya. Aksi ini menggambarkan kegagalan sistemik untuk menjamin keadilan dan kebebasan beragama setiap manusia.

Baca juga  Tanah Papua, Duka dan Air Mata Tak Berkesudahan

Inilah sistem kapitalis yang tidak tegas terhadap para penista agama sehingga marak di lakukan oleh orang-orang yang tidak mempunyai iman dalam beragama khususnya bagi para pembenci islam. Islamophobia tidak akan berhenti meski pemerintah telah berusaha menghentikannya karena yang berada dibalik penguasa saat ini adalah barat sendiri yang mengingingkan kehancuran umat islam.

Hilangnya Islamophobia hanya dengan Adanya Perisai

Sebagai umat islam kita tidak boleh berdiam diri atas aksi-aksi penistaan agama walaupun peristiwanya terjadi di luar negeri. Kerana umat islam di seluruh dunia memiliki ikatan akidah yang sama. Sehingga mendorong mereka untuk bersatu melakukan upaya penuntutan agar para pelaku penista agama diberikan hukuman yang berat sebagai bukti keimanan kaum muslimin dalam membela agamanya. Untuk menghentikan islamophobia tidak cukup dengan personal atau kelompok semata tetapi harus dilaksanakan langsung oleh negara yakni negara islam atau khilafah. Negara islam yang akan menjadi pelindung bagi umat muslim dari segala bentuk serangan musuh-musuh islam. Selain itu negara islam akan menjamin dan melindungi kehormatan ajaran islam dan kaum muslimin. Negara islam akan menjaga setiap warga negaranya baik itu muslim ataupun non muslim.

Dalam sistem islam hampir tidak dijumpai penistaan agama karena pelakunya akan diberi sanksi yang tegas. Penista agama harus dijatuhkan sanksi seberat-beratnya agar ada efek jera sehingga tidak ada lagi penista-penista berikutnya. Baginda Rasulullah saw pernah menerapkan sanksi bagi penista agama dengan dibunuh.

Baca juga  Revolusi Akhlak, Revolusi Pemikiran, Hingga Revolusi Sistem

Selain itu kita juga dapat mengambil pelajaran pada masa Khilafah Utsmaniyah. Pada saat itu khalifah menghentikan rencana pementasan drama Karya Voltaire yang akan menistakan kemuliaan Nabi Muhammad Saw. Khalifah Abdul Hamid II langsung memperingatkan kerajaan Inggris yang bersikukuh akan melaksanakan pementasan drama murahan tersebut. khalifah langsung mempersiapkan pasukan untuk melawan kerajaan inggris, hingga akhirnya mereka pun membatalkan pementasan tersebut.

Namun saat ini, negara islam tengah di perjuangkan melalui mendakwahkan islam di tengah-tengah ummat agar kembali diterapkan dalam kehidupan. Karena hanya islamlah yang mampu memuliakan jiwa setiap manusia serta sebagai rahmatan lil alamin. Sejarah telah membuktikan bahwa islam menjadi puncak peradaban selama 13 abab lamanya, bukan hanya memajukan peradaban tetapi juga memuliakan setiap jiwa warga negaranya. Kemajuan peradaban barat saat ini tidak lepas dari peranan islam dan kaum muslimin.

Mari tinggalkan sistem kapitalis-sekuler yang hanya membawa kesengsaraan bagi umat manusia dan beralih pada sistem islam. Karena hanya negara islamlah yang mampu menghentikan islamophobia yang sedang merajalela dan melindungi warga negaranya. Mari berjuang bersama-sama untuk mewujudkan kemulian Allah dengan menerapkan khilafah di muka bumi. (***)