Penilaian Adiwiyata Nasional, Empat Sekolah di Majene Wakili Sulbar


Wakil Bupati Majene Arismunandar Kalma didampingi Plt. Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Mithar Tala Ali, Kadis LHK Sudirman dan Kepala SMPN Tande Majene, Nursalam. (foto : ist)

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Wakil Bupati Majene Arismunandar Kalma, bersama Plt. Kadis Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Mithar Tala Ali dan Kadis DLHK Sudirman berkunjung ke dua sekolah yang akan dinilai dalam lomba sekolah adiwiyata Nasional, Senin (1/11/2021).

Dua sekolah yang dikunjungi itu adalah SMPN 5 Tande Majene dan SDN 43 Buttusamang.

Sekadar diketahui, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Dengan adanya program Adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita. 

Baca juga  Contoh Khutbah Idul Fitri Masa Pandemi Covid-19

Plt. Kadis Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Majene yang dihubungi mengatakan, terdapat empat sekolah di Majene yang mewakili Sulawesi Barat untuk penilaian Adiwiyata nasional.

Guru dan siswa tampak antusias mendengarkan motivasi yang diberikan wabup Majene Arismunandar Kalma untuk persiapan penilaian adiwiyata nasional.

“Jadi ada empat sekolah di Majene, yaitu SMPN 5 Majene, SDN 26 Pakkola, SDN 43 Buttusamang dan MIN Poniang,” ujarnya.

Mantan kepala SMKN 5 Majene itu membeberkan, Wabup Majene dan dirinya beserta kadis DLHK Sudirman memantau persiapan sekolah tersebut. “Jadi kita kesana tadi itu untuk meninjau persiapannya sebelum dinilai olehTim penilai nasional. Rencananya 7 November 2021, penilai dari kementerian LKH akan datang,” tandasnya.

Baca juga  Rutan Kelas II B Majene Bekali Warga Binaan Kemampuan Berbahasa Inggris

Mithar yang juga kadis Balitbang Majene mengaku, mereka ke sekolah tersebut hanya untuk memotivasi. “Agar teman-teman full power untuk mempersiapkan itu, Wabup Majene juga memberi memotivasi, agar dalam penilaian mendapatkan hasil maksimal,” jelas Mithar.

Mithar berharap agar empat sekolah yang dinilai ini bisa menjadi sekolah adiwiyata.

“Kriteria dalam penilaian itu DLHK yang tahu. Bukan lagi penilaian provinsi ini, tapi sudah penilaian nasional,” ujarnya.

Baca juga  Kepsek SDN 1 Petoosang Keluhkan Pekerjaan Kontraktor yang Dinilai Asal-asalan di Sekolahnya

Berdasarkan kunjungan tadi, lanjut Mithar, semuanya sudah siap dinilai. “Memang mereka punya sekolah ini bukan dibenahi karena mau lomba, tapi memang begitulah kondisinya. Sebelumnya kementerian LKH memberikan semacam rambu sekolah adiwiyata itu seperti ini,” tambah penyuka mobil kijang emas ini.

Rencananya, Rabu mendatang, dirinya akan berkunjung lagi di SDN 26 Pakkola untuk memotivasi agar secara maksimal persiapkan sekolah untuk hadapi penilai adiwiyata nasional. (Satriawan)