Pendidikan Seks Usia Dini, Bagaimana Islam Memandang?


Oleh: Ulfiah

Baru-baru ini pernyataan seorang publik figur -aktris Yuni Shara- kembali menjadi perhatian masyarakat banyak, yang dimana ia bercerita jika memberikan pendidikan seks dengan cara mengajak, menonton video porno. Menurut pendapat aktris ini, daripada anak-anak menonton konten porno sendiri lebih baik ditemani dan dinasehati.

Pendapat masyarakat pun beragam, pro dan kontra bermunculan, bak pelajaran membuka kembali diskusi tentang penting tidaknya pendidikan seks bagi anak.

Menurut susanto ketua komisi perlindungan anak (KPAI) , apa yang dilakukan oleh publik figur tersebut adalah salah. Pasalnya dengan menonton konten pornoporno memiliki dampak negatif yang serius. Menurut para ahli, tontonan ini dapat merusak otak dan seseorang dapat mengalami adiksi atau kecanduan pornografi.

Apa yang dilakukan oleh publik figur ini menandakan ia telah terpengaruh pemikiran liberal dan sekular dan otomatis bukan hanya publik figur itu saja yang melakukan hal demikian. Melainkan sebagian masyarakat pun demikian, baik orangtua maupun dari kalangan anak dan remaja. Mengingat semakin maraknya pergaulan bebas, serta pemahaman keliru yang dirancang sedemikian rupa dan dikampanyekan untuk diadopsi sebagai solusi, menandakan banyak ortu yang berpikir demikian.

Baca juga  Pernikahan anak

Dengan demikian program dunia internasional telah berhasil mengobok-obok pemahaman masyarakat banyak, salah satunya yaitu melalui pendidikan seks. Mereka memasukkan pola didik liberal, agar tidak hamil atau tertular HIV pakai saja kondom, atau cara lainnya dengan mengajak anak-anak mereka menonton adengan tak pantas, yang ujung-ujungnya anak-anak yang jadi tumbal.

Pendidikan ala liberal ini lahir dari pemikiran bebas, baik buruk aktivitas hanya diserahkan pada akal manusia saja, tidak menjadikan agama sebagai patokan, walaupun ia seorang muslim. Nah, kalau pola pikirnya sekular dan liberal maka tidak akan mengambil Islam sebagai petunjuk, jadi ketika mendidik anak pun juga sesuai dengan anggapannya sendiri.

Untuk itu gempuran arus peradaban barat ini berupa arus seksualisasi melalui media dan film sudah semestinya terus kita waspadai. Tidak sedikit muslim yang bangga saat mengadopsi peradaban barat karena tidak kenalnya mereka dengan peradaban Islam yang mulia itu sendiri.

Tentu hal ini sangat berbahaya, dimana anak-anak kita dijauhkan dari agama. Juga membuat mereka tak terkendali, sulit membedakan mana yang benar dan salah. Bahkan cenderung akan mengikuti hawa nafsunya.

Baca juga  Sekufu Dalam Kebaikan Bukan Dalam kekufuran

Berbeda dengan pola pendidikan Islam, dimana Islam melalui negara akan langsung memberikan pendidikan akidah. Baik di sekolah maupun di rumah, anak-anak dikuatkan keimanannya terlebih dahulu. Setelah itu mereka diajari ilmu fikih pergaulan, mulai dari berpakaian, pemisahan kehidupan laki-laki dan perempuan hingga fikih rumah tangga.

Jadi saat baligh anak-anak akan siap melaksanakan syariat, serta dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mereka akan senantiasa menempatkan Allah SWT dalam segala aktivitasnya. Sehingga tidak ada ” Married by accident ” atau terkena virus HIV. Karena Islam telah mengharamkan zina.

Sebagaimana firman-Nya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (TQS. al Isra: 32)

Sehingga bila kita lebih mengenal syariat Islam yang syamil—sempurna dan menyeluruh—, maka pasti kita dapati bagaimana cara Islam menempatkan naluri seksual secara indah itu selaras dengan tujuan penciptaan manusia. Bukan dengan membebaskan dan bukan pula dengan menemaninya.

Islam juga memerintahkan untuk menundukkan pandangan dan menutup aurat, melarang khalwat dan ikhtilat, mengharamkan zina dan liwath, memenuhi naluri seksual dalam hubungan pernikahan, membangun hubungan silaturahmi, serta membangun sikap penuh hormat terhadap lawan jenis sebagai identitas.

Baca juga  Sekolah Tatap Muka Minim Penyiapan, Jangan Hanya Fokus Pada Desakan Publik

Cara Islam ini bukan hanya menjaga individu dari bahaya serta kehinaan dunia dan akhirat, tetapi juga meniscayakan hadirnya sebuah masyarakat dan peradaban mulia.

Hukum dalam Islam pun jg sangat tegas bagi mereka yang berzina. Negara Islam akan memberikan hukuman yang tegas bagi para pelanggar hukum syariah, hal ini dilakukan agar perilaku masyarakat utamanya remaja terjaga.

Sebagaimana firman-Nya:

“Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman”. (TQS an Nur: 2)

Beginilah pandangan Islam tentang cara mendidik anak. Maka sebagai seorang muslim, sudah selayaknya kita mengambilnya. Bukan malah mengambil apa yang kita mau saja dan meninggalkan yg lainya atau bahkan mengadopsi pemikiran yang lain. Yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam.

Wallahu a’lam[]


OPINI