Pencarian Korban Nelayan Hilang di Majene Dihentikan Sementara


PENCARIAN. Tim Sar yang dipimpin Lettu SAR Fathur Rahman, S.Sos, MM sedang menyisir perairan Majene mencari korban nelayan hilang. ( Foto : ist)

Sulbar99.com-Majene. Hingga hari ketiga pencarian korban nelayan hilang atas nama Syukur (35) warga Rangas Majene, Tim SAR belum berhasil menemukan korban tersebut. Salah satu alasannya karena perahu yang digunakan Tim SAR adalah perahu karet yang jarak jangkauannya hanya bisa menempuh maksimal 30 mil. Selanjutnya Tim SAR akan melakukan siaga pemantauan hingga hari Minggu,9/6/2019. Hal ini diungkapkan Komandan Pos SAR Mamuju Lettu SAR Muhammad Fathur Rachman, S.Sos, MM yang memimpin langsung pencarian korban nelayan hilang ini yang dihubungi via telepon, Jumat (7/6/2019)

Dalam siaga pemantauan yang dilakukan Tim SAR, korban nelayan hilang akan dilanjutkan pencariannya oleh nelayan yang memiliki kapal jenis Bodi yang mampu menjangkau perairan Sulbar hingga 130 mil bahkan antar pulau. ”Pencarian sementara dilanjutkan oleh Nelayan, rencananya nelayan yang melakukan pencarian tersebut akan pulang pada hari Minggu,,” Ungkap Lettu Fathur Rahman. Selanjutnya jika nelayan yang melakukan pencarian tersebut hingga hari Minggu tidak menemukan hasil yang maksimal, maka pencarian korban nelayan hilang akan resmi dihentikan.

Baca juga  Puluhan Staf OPD Dilatih Keprotokolan dan MC

Tim SAR yang dipimpin Lettu SAR Fathur Rahman selama tiga hari ini telah melakukan pencarian maksimal terhadap korban nelayan Syukur (35) warga Rangas, namun hasil yang dicapai belum maksimal.”Kami sudah menyisir perairan Sulbar yang diperkirakan korban hilang hingga radius 30 mil, karena jarak itulah yang bisa dijangkau perahu karet,”Ujar Lettu SAR Fathur Rahman.

Baca juga  Lagi, Seorang Nelayan Majene Asal Rangas Hilang Saat Melaut di Perairan Majene

Lebih jauh Lettu SAR Fathur Rahman mengungkapkan, perairan Sulawesi Barat khususnya Majene memang rawan terjadi kecelakaan laut, apalagi kalau perahu yang digunakan nelayan perahu sederhana yang hanya bisa menampung dua hingga tiga orang.”Perairan Majene ini rawan terjadi gelombang besar, sebab wilayah  daratan Majene yang pada umumnya berbukit bukit sehingga jika terjadi angin kencang yang berasal dari laut, angin tersebut memantul dan kembali ke lautan sehingga menimbulkan gelombang besar,” Ungkapnya. Selain itu, pemicu gelombang besar juga terjadi karena kedalaman perairan Majene yang cukup dalam hingga 2.000 KM sehingga potensi gelombang besar jika terjadi angin kencang secara tiba-tiba lebih besar. Komandan SAR tersebut juga mengungkapkan pemahaman nelayan yang kadang jika melihat air laut tenang, maka semuanya akan aman saja.”Meskipun laut tenang, tapi tiba-tiba ada angin kencang, maka gelombang akan jadi besar, nah itulah yang menyebabkan ada beberapa nelayan yang menjadi korban,”Ungkapnya (IH)

Baca juga  Fathur Rahman : Untuk Mencegah Korban Kecelakaan Laut, Nelayan Sebaiknya Membawa Pelampung Ketika Hendak Melaut

DAERAH