Pencabutan Perpres Investasi Miras dan Harapan Negeri Bebas Miras


Oleh : Alhati Azzahra

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita bahwa miras (minuman keras) akan dilegalkan dinegara kita yakni Indonesia. Hal tersebut tentu menimbulkan banyak tanda tanya di benak kita, salah satu pertanyaan yang muncul adalah apakah maksud dibalik keputusan pemerintah mengenai hal tersebut, tentunya kita juga dibuat heran tanpa dilegalkan saja sudah banyak remaja dan generasi penerus bangsa yang terlibat dalam hal seperti itu apatah lagi jika sudah dilegalkan, Naudzubillah.

Ternyata Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 mengenai pelegalan miras menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat. Kalangan penolak menilai peraturan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo tersebut tidak mempertimbangkan dampak buruk sosial yang ditimbulkan dari minuman keras. Sementara pihak yang mendukung menyebut investasi minuman alkohol bakal membuka peluang penyerapan tenaga kerja, menambah pemasukan negara, dan mengendalikan peredarannya yang saat ini sembunyi-sembunyi.

Deputi Deregulasi Penanaman Modal di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Yuliot, mengatakan ide membuka industri minuman beralkohol sudah dibahas sejak Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja dilakukan. Dengan tujuan untuk mendorong terbukanya usaha mikro dan menengah di daerah. Selain itu juga demi melindungi masyarakat yang mengonsumsi minuman tersebut. Pasalnya selama ini peredaran minuman beralkohol tidak terkontrol sehingga kerap memakan korban.

Baca juga  Harga Mahal Bagi Demokrasi

Riset Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menunjukkan sepanjang 2008 hingga 2013 ada sekitar 230 korban tewas akibat mengonsumsi miras tak berizin. Kemudian pada 2014 – 2018, jumlah korbannya naik dua kali lipat mencapai sekitar 540 orang.

“Karena itu kenapa tidak kita buat terbuka tapi terbatas hanya di daerah-daerah yang industri minolnya (minuman beralkohol) sudah banyak dan diusahakan oleh masyarakat untuk konsumsi lokal?” ujar Yuliot kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (28/02). “Jadi kami tidak berharap investasi besar, tapi bagaimana pemberdayaan dan perlindungan bagi UMKM dan masyarakat. Itu yang diutamakan,” sambungnya.

Baca juga  Bahaya Pilkada di Tengah Pandemi

Akhirnya Presiden Joko Widodo memutuskan mencabut lampiran Peraturan Presiden mengenai pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras berbahan alkohol. Pencabutan ini diumumkan langsung oleh Jokowi dalam pernyataan singkat Selasa siang (2/3).
“Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama, MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya, serta tokoh-tokoh agama yang lain, dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah, bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” demikian pernyataan Jokowi di Istana Merdeka Jakarta yang disiarkan dalam akun resmi Sekretariat Presiden di YouTube.

Meskipun presiden telah mencabut peraturan mengenai investasi miras, hal tersebut tentu tidak bermakna jaminan hilangnya pengaruh buruk miras. Karena pencabutan lampiran investasi miras tidak diiringi dengan penghapusan regulasi lain yang mengizinkan produksi, distribusi/peredaran dan konsumsi miras.
Padahal pada saat daulah islam tegak Allah menurunkan wahyu kepada nabi Muhammad saw, Allah berfirman : Mereka bertanya tentang khamr dan judi katakanlah : “Pada hari keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa’atnya.  (Al Baqarah 219).

Baca juga  Cluster Baru OTG Milineial, Di Era New Normal

Setelah mendengar kabar tersebut para sahabat langsung menghancurkan kendi-kendi yang yang berisi khamr (minuman beralkohol) tanpa berpikir panjang dan mencari pembenaran, karena mereka menyakini bahwa apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw adalah sesuatu yang benar dan tentunya bersumber dari sang maha pencipta yakni Allah swt.

Seharusnya itu juga yang dilakukan oleh pemerintah yakni menciptakan sistem yang mengeliminasi total miras di masyarakat sehingga tidak terjadi lagi kekacauan dan masyarakat bisa hidup dengan tentram dan juga mendapat Ridho dari Allah swt.

Wallahu a’lam.


OPINI