Pemulihan Rehabilitasi Pasca Gempa, Pemkab Majene Rapat dengan Relawan Kemanusiaan


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Untuk percepatan pemulihan dan rehabilitasi / rekonstruksi pasca bencana gempa bumi 6,2 magnitudo Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, digelar rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Majene bersama Lembaga mitra dan Relawan, Selasa 9 Maret 2021 sekira pukul 10.00 Witadi ruang pola Kantor Bupati Majene.

Rapat dibuka langsung Asisten II Setda Majene Andi Amran mewakili Bupati Majene yang tengah berada di Makassar untuk kegiatan lain. Selain mengundang para relawan, juga hadir pejabat OPD yang juga merupakan Tim Satgas Transisi Darurat Ke Pemulihan Pasca Gempa Kabupaten Majene diantaranya, Kepala Dinas Sosial, Kepala Balitbang, Kadis Pendidikan, Kadis PUPR, Kadis PPA dan Perwakilan BPBD dan Dinas Kesehatan.

Baca juga  Diduga Tipu Customer, PT JBA Didatangi Puluhan Mahasiswa

Sambutan Bupati Majene Lukman yang dibacakan Andi Amran, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada para relawan dan lembaga kemanusiaan lainnya yang secara tulus ikhlas memberikan bantuan dan membantu masyarakat Majene yang terdampak gempa. “Pemerintah daerah sangat bersyukur dan memberikan penghargaan kepada semua pihak yang membantu baik setelah gempa hingga di masa transisi saat ini,” ujar Andi Amran membacakan sambutan Bupati Majene.

Pertemuan tersebut tidak hanya untuk mendata aktivitas keberadaan para relawan di lapangan, tapi juga untuk mensinergikan program Pemerintah daerah bersama para relawan untuk percepatan pemulihan dan rehabilitasi / rekonstruksi pasca bencana gempa bumi.

Baca juga  BPBD Majene Dirikan Posko Satgas Terpadu Covid-19

Kepala Balitbang Majene Mihtar Thala Ali mengatakan, sesuai hasil kesepakatan dengan Tim Satgas Transisi Darurat ke Pemulihan Pasca Gempa Kabupaten Majene, menginstruksikan agar para camat dan kepala desa  mendata tiap lembaga kemanusiaan atau para relawan yang masuk ke lokasi terdampak gempa. Tujuannya, untuk mengetahui jumlah yang sebenarnya termasuk mengindentifikasi wilayah-wilayah yang telah tersentuh bantuan.  “Jangan sampai ada kejadian dua hari lalu telah ada relawan yang masuk ke salah satu wilayah untuk menyalurkan bantuan dan kesannya tidak mendapat pelayanan sebelumnya dari pemerintah, padahal di satu sisi ada wilayah yang tidak tersentuh. Ada kesan bantuan bertumpuk,” terangnya

Baca juga  Siap-siap, Anggaran OPD Majene Akan Dipangkas Demi Covid-19

Data yang terkumpul saat ini, lanjut Mithar belum lengkap,  karena di kecamatan Malunda belum memasukkan data secara keseluruhan.

Masing masing relawan dan lembaga kemanusiaan tersebut dibagi dalam beberapa pokja sesuai jenis kegiatan seperti, pokja kesehatan, pokja urusan pencegahan kekerasan perempuan dan anak, Pokja Urusan Bantuan Tunai dan Bantuan Non Tunai, Pokja urusan Shelter Hunian, Pokja Urusan Air minum dan Sanitasi, Pokja Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pokja urusan Bahan Makanan (sembako), dan Pokja Urusan Pendidikan. (Ih)