Pemkab Majene Kaji Banding ke Tambak Udang dan Bandeng di Campalagian


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Tambak Intensifikasi yang dikunjungi kali ini merupakan salah satu tambak intensif yang cukup berhasil di Kab. Polman, dengan luas 3,2 Ha tambak ini mampu menghasilkan 27 Ton udang sekali panen untuk 1 Ha Tambak, dengan siklus panen sebanyak dua kali setiap tahunnya, tambak ini merupakan milik H. Syamsul.

Dengan modal 600 juta, mulai dari bibit, pakan, listrik sampai ke karyawan mampu menghasilkan 1,5 M’ setiap kali siklus panen.

Bupati Lukman mengaku sangat takjub dengan model tambak yang didatangi kali ini. Kita ini selalu ingin melakukan inovasi bagimana terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat Majene, termasuk dalam kunjungan yang dilakukan hari ini ke Tambak Intensifikasi yang cukup berhasil dengan harapan agar Dinas terkait dalam hal ini DKP Kab. Majene beserta masyarakat pengelolah tambak lainnya dapat memetik ilmu disini dan selanjutnya diaplikasikan di Majene.

Baca juga  127 Guru PAI Hadiri Rakerda I DPD AGPAII di Barane

“Yang pasti kita selalu berharap ada peningkatan dan ada perubahan kearah yang lebih baik dalam penanganan tambak udang dan bandeng itu sendiri,” ujar Lukman.

Terkait tambak milik Pemda yang ada di Barane, Bupati Lukman menyampaikan bahwa keinginan kearah intensifikasi tambak sudah dimiliki, yang menjadi kendala saat ini adalah kurangnya modal kerja dalam mengolah tambak Pemda Majene tersebut, karena untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal tentu dibutuhkan kucuran modal yang banyak pula.

Baca juga  Wow, Semua Kelurahan di Majene Bakal Dapat Bantuan Rp 200 Juta, Khusus Pengelolaan Sampah

Sekali lagi Bupati Lukman menekankan kepada Dinas DKP untuk tidak berhenti berinovasi, karena setiap saat akan terjadi perubahan dan itu butuh penyesuaian, sehingga kita tetap mampu mengikuti arus pergerakan jaman dan dapat menjadi leader di Sulawesi Barat.

Baca juga  Cegah Stunting, Dinkes Barru Libatkan Lintas Sektoral

Di tempat yang sama Kadis. Kelautan dan Perikanan Majene Hj. Ichwanti menyampaikan rasa optimisme untuk pengembangan tambak milik Pemda. Majene yang dikelolah oleh DKP, Ichwanti mengakui bahwa pengelolaan tambak di Majene masih semi Intensif dan masih sangat terbatas anggaran dalam pengelolaannya. Namun bila anggaran dapat terpenuhi maka target pengelolaan secara Intensif akan dapat diterapkan di Majene, karena secara teknis apa yang sudah dilakukan di Desa Laliko ini tidak terlalu beda jauh dengan apa yang sudah diterapkan di Majene.


DAERAH