Pemkab-DPRD Majene Tandatangani Persetujuan Ranperda APBD 2020


Bupati Majene, Fahmi Massiara bersama Ketua DPRD, Salmawati Djamado, wakil Ketua, M. Idwar menandatangani persetujuan bersama Ranperda APBD  Majene 2020 (Foto: Alimukhtar)

SULBAR99.COM-MAJENE, Bupati Majene, Fahmi Massiara bersama Ketua DPRD, Salmawati Djamado dan wakil Ketua, M. Idwar menandatangani persetujuan bersama Ranperda APBD  Majene 2020, di ruang sidang DPRD Majene, Jumat (29/11).

Acara penandatanganan persetujuan RAPBD 2020 ini, dihadiri wakil bupati Majene, Lukman, sekretaris daerah, Andi Achmad Sukri, para anggota DPRD, Forkopimda, para pimpinan OPD, para kabag, Camat dan Lurah.

Baca juga  Belum Banyak Diketahui, Kewenangan Pajak KPP Pratama dan Pemerintah Daerah

Bupati Majene, Fahmi Massiara mengatakan, pembahasan RAPBD Majene tahun 2020 dapat dilaksanakan sebagai bagian dalam sebuah siklus perencanaan, dengan disertai semangat kemitraan yang tinggi dan komitmen yang kuat antara pemerintah dan legislatif.

“Meskipun pembahasannya kadang berjalan alot untuk mencapai kesepakatan, namun secara umum proses pembahasan berjalan lancar, sehingga malam ini dapat ditetapkan untuk masuk tahapan persetujuan bersama RAPBD 2020,”kata Fahmi.

Baca juga  Pemkab Majene Gencar Buka Peluang Kerjasama Bidang Pendidikan

Fahmi juga menguraikan, dalam RAPBD Majene 2020,  secara umum digambarkan, hasil kesepakatan ringkasan APBD Majene pada sisi pendapatan disepakati sebesar Rp .988.358.962.206, kemudian dana belanja disepakati sebesar Rp.989.368.962.206, dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp.586.461.680.725. dan belanja langsung sebesar Rp.402.907.281.480.

Baca juga  50 Unit Rumah untuk Korban Gempa Majene Siap Dibangun di Mekkatta

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama dari seluruh anggota DPRD Majene sehingga RAPBD TA 2020 dapat ditandatangani dan disetujui, antara pemerintah bersama legislatif.

“Terima kasih atas sumbang saran dari segenap anggota DPRD yang terlibat dalam pembahasan Ranperda APBD ini. Kritikan dan koreksi selama pembahasan menjadi atensi kami untuk kesempurnaan penerapan perda ini ke depannya,” sebutnya. (Ali)