Pelaksanaan Pembatasan Pergerakan Orang di Perbatasan Perlu Dievaluasi


Salah seorang petugas Kesehatan Melakukan Protes kepada petugas TNI-Polisi

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Wakil Ketua DPRD Majene, Adi Ahsan minta tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Majene agar mengevaluasi pelaksanaan Pembatasan Pergerakan Orang yang akan masuk ke wilayah Majene.

Hal ini disampaikan Adi Ahsan usai melakukan pemantauan pelaksanaan pembatasan pergerakan orang yang akan melintas di perbatasan Kabupaten Majene-Kabupaten Polewali Mandar, Senin (25/5/2020).

Menurut Adi Ahsan, kunjungan yang dilakukan untuk melihat kinerja aktivitas petugas dilapangan, karena hal ini berkaitan dengan penggunaan dana daerah yang digunakan untuk penanganan Covid-19 di Majene.

“Kita mau melihat sejauh mana efisiensi penggunaan dana daerah yang digunakan untuk penanganan Covid-19. Artinya kalau misalnya seperti kayak kejadian tadi terjadi insiden kecil, ada kesalah pahaman antara petugas di lapangan,  misalnya contoh  orang Majene keluar ke daerah lain ditahan, kemudian bisa dibiarkan kalau misalnya dia menetap di luar daerah  Majene selama pembatasan dilaksanakan,”ungkap Adiahsan

Baca juga  Jelang Akhir Tahun, Batalyon B Brimob Polda Sulsel Buka Posko SAR

Sementara kalau orang ber KTP Majene datang dari luar Majene bisa masuk, kata Adi Ahsan, berarti sama saja kerjanya tidak nyambung, artinya sama saja tidak perlu kita laksanakan pembatasan pergerakan orang. ”Makanya  ini perlu dievaluasi pelaksanaannya agar lebih baik,”tegas Adi Ahsan.

Baca juga  Ratusan ASN di Majene Diambil Sumpahnya

Adi Ahsan juga menyinggung soal banyaknya tenaga kerja Alfamidi dan Indomaret di Majene yang karyawannya berdomisil di luar Majene, mereka setiap hari melintas ke wilayah Majene, kemudian keberadaan toko modern atau Alfamidi di Majene perlu juga dibatasi.

 “Tujuannya untuk melindungi pedagang kecil yang ada di Majene, kemudian kalau Alfamidi dan Alfamart masuk Majene itu harus mempertimbangkan tenaga kerja dari Majene, maksud saya kenapa tidak merekrut tenaga kerja di Majene, nah ini yang perlu dievaluasi, kalau tidak ada halangan dalam waktu dekat  kami akan mengundang pihak manajer Alfamidi dan Alfamart,”pungkasnya.

Baca juga  Anggaran Rp 23 Milyar Penanganan Covid - 19 Tuai Kritik, Kepala Bapelitbanda Wajo Angkat Bicara

Sementara itu beberapa orang petugas dari TNI-Polri yang bertugas di perbatasan Majene mengaku, bahwa pihaknya selama bertugas sudah menjalankan perintah yang sudah ditetapkan tim Gugus Tugas Covid-19 Majene.

“Kita ini kan cuma menjalankan tugas sesuai yang diperintahkan sebelumnya, kalau memang ada perintahnya untuk menahan, apabila ada  warga ber KTP Majene datang dari luar daerah lain akan masuk ke Majene pasti kita akan tahan,”ucap salah seorang petugas yang namanya tidak mau disebutkan. (Alimukhtar).


DAERAH