Pekerjaan Rabat Beton Desa Tangan Baru Polman Diduga Terdapat Kejanggalan


Pekerjaan pembangunan jalan dengan rabat beton. tampak konstruksi pembesian yang berjarak sangat lebar. (Foto : Syarifuddin Andi)

SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Pekerjaan pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Tangan Baru Kecamatan Limboro Kabupaten Polewali Mandar, diduga tak sesuai dengan bestek .

Saat wartawan sulbar99news.com melintas ke Desa Tangan Baru, Senin (21/12/2020), salah satu warga menunjukkan tempat berjalannya kegiatan pembangunan jalan rabat beton penghubung antar desa di dua kecamatan di Polman, yakni Desa Tangan Baru kecamatan Lomboro dan desa Saragian Kecamatan Alu.

Kami melihat langsung dugaan keganjalan pekerjaan tersebut, seperti tidak tampak terpasang papan proyek. Selain itu ketebalan cor dan kerikil yang digunakan diduga tak sesuai dengan bestek. Bahkan jarak pembesian dan besi yang digunakan diduga tidak sesuai dengan bestek karena jarak antar besi sangat renggang.

Baca juga  Kuliah Umum di Jombang, Gus Menteri Jelaskan BUMDes Itu Seperti Apa

Ketika hendak mengkonfirmasi terkait hal tersebut, kami menyambangi kantor desa tapi saat itu kantor desa sedang terkunci.

Kami berinisiatif menyambangi rumah kepala desa Tangan Baru, Ahmad, namun tak sempat bertemu, karena ke kabupaten Majene. Akhirnya lanjut ke rumah Sekdes Tangan Baru.

Kami mempertanyakan hal pembangunan proyek rabat beton tersebut kepada Sekdes Tangan Baru. Namun dia juga tidak mengetahui hal tersebut tentang jumlah anggaran yang digunakan dan papan proyek yang tidak terpasang dari awal pekerjaan sampai saat ini. “Nanti ke kantor melihat berapa besar anggarannya,” ujarnya.

Baca juga  Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Motor 30 GT, Kejari Majene Kembali Akan Panggil Saksi

Setelah berbagai cara dilakukan, akhirnya mendapatkan nomor seluler Kepala Desa Tangan Baru Ahmad. Ketika dihubungi mempertanyakan hal tersebut, seperti tidak ada papan proyek. “Adaji Itu nanti. Maksudnya kalau tidak ada kenapai, ,” tegasnya.

Ahmad melanjutkan dan tidak ingin merinci dan menjelaskan terkait hal tersebut. “Ohhh, Nanti kukasih tau. adaji itu kapang (Barangkali), kan baru kubangun, nanti kukasih tau bendaharaku, 30 meterpi baru selesai, rusak molen,” tutupnya.

Sekadar diketahui, pelaksanaan kegiatan penerapan pekerjaan proyek apa pun yang menggunakan dana desa (DD) harus mengacu pada UU no 6 tahun 2014 tentang desa

Baca juga  Webinar Gali Potensi Permodalan Desa, Gus Menteri Jadi Pembicara Kunci

Pemasangan papan nama atau papan proyek diatur dalam Perpres nomor 70 tahun 2012 tentang perubahaan Perrpes nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, UU no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan permen PU nomor 29/PRT/M/2006 serta permen PU 12/2014.

Dalam UU desa pasal 24 kemudian pasal 26 ayat (4) huruf (f) diatur bahwa dalam menjalankan tugasnya, kepala desa berkewajiban untuk melaksanakan prinsip tata pemerintahan desa yang akuntabel, transparan, profesional, efektif dan efesien, bersih serta bebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme. (Syarifuddin Andi)


ANTI KORUPSI SEPUTAR DESA