PDAM Majene Temukan Puluhan Sambungan Ilegal


Petugas PDAM Majene, saat melakukan penertiban instalasi pipa air. (Foto: dok PDAM)

SULBAR99.COM-MAJENE, Petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Majene dalam beberapa hari terakhir ini terus melakukan penertiban pelanggan ilegal. Penertiban itu setelah pihak PDAM mensinyalir adanya sejumlah sambungan ilegal di pipa instalasi di wilayah Majene.

Dirut PDAM Majene, Arlin Aras dikonfirmasi mengatakan, awalnya ada keluhan air yang berjalan tidak lancar oleh masyarakat di beberapa tempat, bahkan telah berminggu-minggu air tidak jalan di wilayah kecamatan Banggae dan Banggae Timur.

Dari laporan tersebut, kata Arlin petugas PDAM turun ke lapangan untuk melihat kondisi atau penyebab tidak lancarnya air sebagaimana keluhan warga. “Setelah ada kami menerima laporan, langsung turun ke lapangan untuk melihat permasalahan keluhan masyarakat,”jelas Arlin, Selasa (26/11).

Baca juga  Petugas Gabungan Razia Barang Terlarang di Ruang Tahanan Rutan Majene

Dari hasil penulusuran, kata Arlin, petugas PDAM menemukan puluhan sambungan dari pipa induk ke pipa rumah warga tanpa memasang water meter,  atau sambungan illegal dengan menggunakan mesin pengisap.

“Sambungan ilegal yang berhasil kita temukan sekitar 50 titik, dan diperkirakan mencapai 150 titik. Sebanyak 1.000 titik sambungan yang bermasalah, atau rusak, inilah semua salah satu penyebab kerugian bagi PDAM,  karena air tidak mengalir secara maksimal,”ungkap Arlin  

Baca juga  DPW PPP Sulbar Telah Salurkan 3,5 Ton Beras dan 5.000 Paket Kelengkapan Kepada Korban Gempa

Arlin juga menegaskan, bagi mereka yang ditemukan melakukan penyambungan ilegal, tidak melalui water meter akan dilakukan pemutusan. Selanjutnya untuk jaringan pipa yang ditemukan  rusak karena alam, akan diganti PDAM.

 ”Tadi saya minta petunjuk kepada pak bupati, beliau menyarankan agar minta pengamanan dari satpol PP pada saat akan melakukan pemutusan bagi pelanggan yang diduga melakukan penyambungan illegal,”tegasnya.

Baca juga  DPC GMNI Kab. Majene Periode 2021-2023 Resmi Dilantik

Dikatakan, keluhan ketidaklancaran air oleh masyarakat disebabkan karena akses dari pencurian air itu, tekanan air ke beberapa rumah lain merendah karena pelanggan tanpa water meter, mengambil air bukan melalui jaringan yang sepatutnya seperti instalasi yang dilakukan PDAM.

“Jadi ini sangat berefek bagi pelanggan lain yang selama ini berlangganan aktif. Kita mohon masyarakat tidak lagi melakukan cara-cara seperti ini, ”pungkasnya. (Ali)