Terbaik terbaik

Dibaca : 27 kali.

Pasutri Pengedar dan Pencetak Uang Palsu Diamankan Polisi


Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji, didampingi Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Jamaluddin, sedang memperlihatkan uang palsu kepada sejumlah wartawan saat mengelar Press Release.

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Jajaran Polres Majene berhasil mengungkap pencetak dan pengedar uang palsu yang dilakukan pasangan suami-istri (pasutri)  berinisial FA (29) bersama istrinya inisial SR (25) warga Desa Riso Kecamatan Tapango Kabupaten Polman.

Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji didampingi Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Jamaluddin mengatakan  kepada wartawan Jum’at (08/05/2020) mengatakan, kedua pelaku yang diketahui adalah pasangan suami istri ditangkap berdasarkan laporan masyarakat.

“Terungkapnya kedua pelaku ini setelah ada laporan dari masyarakat yang melihat ada dua orang yang dicurigai membawa uang palsu dari arah Tubo Poang, Kecamatan Tubo Sendana, menuju ke arah MaIunda dengan mengendarai sepeda motor,” ungkap Irawan Banuaji.

Baca juga  Kedapatan Curi Kotak Amal Masjid, Dikejar Warga dan Akhirnya Ditangkap

Dari laporan tersebut kata AKBP Irawan Banuaji, personel dari Polsek Malunda yang bertugas di pos di perbatasan Maliaya-Tappalang yang melihat ciri-ciri kedua terduga pelaku langsung mencegat dan memberhentikan kendaraannya, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku.

“Setelah kedua pelaku diberhentikan oleh anggota polsek Malunda, kemudian keduanya diperiksa barang-barang bawaannya, setelah diperiksa benar di dalam tas pelaku ditemukan uang kertas pecahan Rp100 ribu dan pecahan Rp50 ribu. yang diduga uang palsu, kemudian keduanya diamankan di polsek bersama barang buktinya untuk proses lebih lanjut,”sebutnya.

Baca juga  Hasil Curian di Palu Dijual di Polman, Seorang Penadah Diringkus Polisi
Kedua pelaku pasangan suami istri

AKBP Irawan juga mengatakan, selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa, satu unit sepeda motor merk Suzuki Spin warna biru-hitam dengan No.Pol DD 4407 PJ, uang kertas palsu pecahan Rp100 ribu dengan nomor seri : BEG083812 sebanyak 337 lembar dan uang  kertas palsu pecahan Rp50 ribu dengan nomor seri : GJW66316 sebanyak 96 lembar, kalau dijumlahkan mencapai Rp.48 juta lebih.

“Kedua pelaku pasangan suami istri ini disangkakan perkara menyimpan, mengedarkan atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu, keduanya dapat dipidana dalam pasal 36 ayat (2) dan (3) Jo pasal 26 ayat (2) dan (3), undang-undang No.7 tahun 2011 tentang mata uang, subsidair pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHPidana dengan ancaman pidana penjara minimal 10 tahun dan maksimal 15 tahun serta denda Rp50 miliar,” pungkasnya.(Alimukhtar).

Baca juga  Hina Polisi di Media Sosial, Dua Pemuda di Pasangkayu Diciduk