Pasca Kericuhan di DPRD Majene, Aktivitas Kantor Kembali Normal


Aktivitas di kantor DPRD kembali normal. (Foto : Alimukhtar)

SULBAR99.COM-MAJENE -Pasca kericuhan, aktivitas di kantor DPRD Majene kembali normal, sejumlah staf dan anggota DPRD sudah mulai melakukan
aktivitas, dan halaman kantor sudah di bersihkan dari serpihan kaca jendela yang pecah, akibat terkena lemparan batu pengunjuk rasa.

Untuk mengantisipasi adanya aksi kelanjutan kericuhan, aparat keamanan
dari Polres Majene melakukan patrol di sekitar gedung DPRD Majene,
sementara beberapa orang staf DPRD masih tetap melakukan penjagaan di
sekitar gedung DPRD.

Baca juga  Viral Warga Campalagian Pakai Masker Batok Kelapa, Dandim Langsung Turun Tangan

“Situasi kantor sudah normal, para staf dan anggota dewan sudah beraktivitas, hanya saja beberapa staf lainnya masih berada di luar kantor, mereka takut ada aksi lagi seperti kemarin, mengenai pecahan kaca dan puluhan batu yang berserakan kemarin, sudah kami bersihkan,” kata Mustari, salah seorang staf DPRD Majene, Kamis (26/09).

Sebelumnya Rabu (25/09) kemarin, ratusan mahasiswa Unsulbar terlibat
saling dorong dengan petugas saat mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa
menolak RUU KPK dan RKUHP. Bahkan puluhan mahasiswa sempat menyegel
pintu utama DPRD Majene dengan memasang bentangan spanduk menolak
seluruh RUU maupun RKUHP yang  dinilai tidak berpihak ke rakyat.

Baca juga  Jelang Hari Jadi Barru, Suardi Saleh Cek Kesiapan Mal Pelayanan Publik

Dari pantauan dilokasi, sebelum penyegelan dilakukan sempat terjadi
kericuhan, saat ratusan mahasiswa hendak membakar bekas, namun
dihalangi oleh petugas. Aksi saling dorong pun tak dapat terhindarkan.

Selain membakar ban,  puluhan mahasiswa juga melempari gedung dewan
dengan menggunakan batu. Akibatnya sejumlah kaca jendela kantor pecah,
baik di lantai satu maupun lantai dua.

Baca juga  BPBD Majene Dirikan Posko Satgas Terpadu Covid-19

Aksi lemparan tersebut terpaksa dibalas dengan tembakan gas air mata
beberapa kali  ke arah mahasiswa yang anarkis, membuat ratusan mahasiswa lari berhamburan. Aksi pelemparan gedung DPRD terjadi, saat ratusan mahasiswa memaksa masuk gedung DPRD, namun dihalangi oleh petugas yang berjaga di pintu masuk gedung DPRD. (Ali).


DAERAH