Dibaca : 77 kali.

Pansus Covid19 Polman Berkunjung ke Majene


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Tim gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Majene menerima kunjungan kerja ketua dan anggota Panitia Khusus (Pansus) Covid 19 DPRD Kabupaten Polman Senin (5/5/2020).

Bupati Majene Fahmi Massiara selaku ketua gugus tugas, menerima secara langsung di ruang rapat wakil Bupati Majene sekira pukul 11.30 Wita. Fahmi didampingi para anggota tim gugus tugas lainnya, yaitu Kepala BPBD, Kepala BKAD, Kadis Kesehatan dan Kadis Sosial Majene. Sementara anggota pansus yang hadir diantaranya Agus Pranoto, Rahmat Ichwan Bactiar, Abdul Manaf Idroes, H Suardi Rusnaedy, Muhammad Said Sidar dan Hj. Bungaranna.

Ketua Pansus Covid 19 DPRD Polman Agus Pranoto mengatakan, ingin mendapat infromasi terkait penanganan Covid 19 khususnya untuk tiga poin, yaitu kesehatan, sosial dan ekonomi. Ia menjelaskan, meski Pemkab Polman telah merancang refocusing anggaran penanganan covid 19 di APBD, namun mereka belum menerima poin poin atau rencana anggaran secara tertulis. “ Tidak ada secara terlulis yang diberikan kepada kami, sehingga kedatangan kami kesini untuk belajar dan memahami seperti apa peran Dinsos, dan OPD terkait,” ujarnya.

Baca juga  Waoow, Puluhan Ribu Warga Berbaur Meriahkan Jalan Santai Hari Jadi Barru

Bahkan kata Pranoto ia juga belum mengetahui alasan mengapa anggaran dana desa belum dicairkan. Ia pun telah memanggil OPD terkait namun alasannya persoalan administrasi.

Menanggapi hal tersebut Kepala BKAD Majene Kasman Kabil mengatakan, justru Kabupaten Polman, Mamasa dan Pemprov Sulbar yang tidak mendapat catatan dari Kementerian Keuangan RI terkait rancangan refocusing anggaran. “Majene bersama empat Kabupaten lainya mendapat teguran mengingat nilai anggaran yang dipangkas belum sesuai ketentuan,” ujar Kasman.

Hal ini karena pemotongan anggaran tersebut tetap melihat mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari PAD yang tidak sesuai target, adanya kegiatan yang telah berjalan. Apalagi Majene direncanakan menggelar Pilkada 2020.

Baca juga  Pelayanan Pembuatan KTP dan KK di Disdukcapil Majene Sangat Mengecewakan

Kasman juga menyampaikan, meski tidak ada Pansus Covid 19 yang terbentuk di Majene, namun setiap penyusunan rancangan anggaran pihaknya tetap menyurat ke DPRD untuk dibahas bersama. “Tidak ada pansus tapi langsung gabungan komisi, kami selalu bersurat supaya tidak kaget, dan ada kesepahaman terkait refocusing,” terangnya.

Anggota Pansus Covid 19 DPRD Polman Said Sidar mengaku terkesan dengan penanganan covid 19 di Majene. Majene dianggap jauh lebih siap terutama saat memasuki wilayah perbatasan, semua kendaraan harus berhenti dan di screning.

Termasuk saat kasus 01 positif corona asal Majene, yang telah dinyatakan sembuh dan hingga kini belum ada penambahan pasien postif. Ia juga mengapresiasi pansus DPRD Polman diterima langsung oleh Bupati Majene. “ Mungkin kalau kabupaten lain bukan Bupati yang menerima kita,” ujar Said.

Baca juga  Hari Ketujuh Operasi Patuh Siamasei, Ratusan Kendaraan Terjaring Razia

Dia juga menambahkan hingga saat ini ADD desa di Polman belum cair, sementara Majene dari 62 Desa sisa 7 Desa lagi yang belum. “ Kok Polman bisa lolos, indikatornya apa bahkan kami sudah panggil kadis terkait, tapi tidak hadir Majene ini betul – betul siap siap,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, Eksekutif, Legislatif bahkan Forkopimda semuanya harus menjalin sinergitas. Termasuk tim gugus kecil baik ditingkat kelurahan desa dan dusun sehingga penanganan covid 19 bisa berjalan baik.

Ia juga mengapresiasi kunjungan pansus tersebut. masing –masing daerah kata Fahmi bisa saling mengisi dan bertukar pandangan terkait penaganan covid 19. “Belum tentu kita juga ini, tidak butuh masukan, saling mengisi dan bertukar pandangan terkait penaganan covid 19,” Pungkasnya. (Ih)