Pandemi Covid Belum Berakhir, Kakanwil Kemenag Sulbar : Sebaiknya Shalat ID di Rumah Saja


SULBAR99NEWS.COM-MAMUJU, Sebagai upaya memaksimalkan Sosialisasi Surat edaran Menteri agama RI Nomor 1 dan 4 tahun 2021, Kepala Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat H. M. Muflih B. Fattah melakukan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam penanganan covid19 dan menjelang idul Fitri, Kamis, 6 Mei 2021 lalu.

Dalam Rapat koordinasi lintas sektoral tersebut, Kakanwil Kemenag Sulbar H. M. Muflih mengajak semua peserta yang hadir, diantaranya Gubernur Sulbar yang diwakili Kepala BNPB Sulbar, Kadis Kesehatan Sulbar, kaban kesbangpol, kaban kominfo, Dirbinmas Polda, Danrem 142 Tatag, para pejabat III dan IV pada kanwil kemenag Sulbar, para kakankemenag dan kasi/penyelenggara Kabupaten Se Sulawesi Barat ) untuk menjadi penebar kebaikan dan keteladanan khususnya dalam mensosialisasikan SE Menag RI No. 1 dan 4 serta nomor 7 tahun 2021 kepada masyarakat, baik di bulan ramadhan maupun pasca idul fitri untuk menindaklanjuti hasil rapat koordinasi tanggal 3 Mei 2021 yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI dimana giat ini dihadiri oleh Gubernur, Bupati, Forkopimda se-Indonesia, dan Kakanwil Kemenag se Indonesia melalui zoom virtual.

Baca juga  Polres Pasangkayu dan Satpol PP Jaring 35 Pelanggar Protokol Kesehatan di Bulutaba

“Protokol kesehatan menjadi hal yang wajib diperhatikan, karena kita semua masih dalam perjuangan melepaskan diri dari cengkraman covid19. Maka surat edaran Menag RI No. 1 dan 4 tahun 2021 sangat tepat diberlakukan sehingga provinsi Sulawesi Barat tetap bisa bertahan sebagai Wilayah Zona Hijau perkembangan covid19,” urai kakanwil dalam prolognya saat dihubungi.

Selain itu, perlu juga dipahami dan disebarluaskan isi surat edaran Menag RI No. 7 tahun 2021 bahwa menjaga jiwa itu wajib dari pada melaksanakan shalat id berjamaah di masjid atau di lapangan hukumnya sunnat. “Kepada seluruh masyarakat, terkhusus jajaran keluarga besar kanwil kemenag sulbar di manapun berada untuk menjadi garda terdepan mengawal kebijakan ini. Apalagi Kita telah mengeluarkan tata cara shalat idhul fitri, ” tegas mantan kabid PHU kanwil kemenag Sulbar ini.

Baca juga  Di Usia 474 Tahun Kabupaten Majene, Sejumlah Warga Masih Tak Mampu Berobat

Terkait dengan keinginan masyarakat dan pengurus masjid untuk melaksanakan shalat id di lapangan maupun di masjid, Muflih mengatakan, harus membangun koordinasi dan mendapatkan izin dari pihak terkait, yaitu mendapat Rekomendasi/Persetujuan dari pihak satuan tugas covid kabupaten. “Tentu dengan melihat perkembangannya dan wajib melakukan prokes 5 M. Namun jika mau aman dan nyaman, shalat idul fitri bisa dilakukan di rumah saja sebagaimana tahun lalu, karena klaster pandemi covid19 belum berakhir namun semakin bertambah, sehingga kita perlu bersungguh-sungguh untuk memutusnya l,” terang kakanwil yang juga sebagai sekretaris umum MUI Sulbar.

Secara terpisah, Darno Majid sangat mengapresiasi langkah dan upaya yang dilakukan oleh kakanwil kemenag Sulbar. “Kalau perlu semua hasil rumusan rapat lintas sektoral ini kita sampaikan ke gubernur dan menjadi rekomendasi dalam mengatasi covid di masa pasca ramadhan, idul fitri (halal bi halal) dan mudik,” urai ketua BNPB Sulbar juga selaku ketua badan masjid baitul anwar pemprov Sulbar.

Baca juga  Wabup Majene : Terima Kasih Pak Polisi, Terima Kasih Pak Tentara

Senada juga disampaikan dirbinmas polda sulbar, Kombes Pol. Andareas, yang mengatakan, pertemuan ini sangat penting agar masyarakat merasa aman dan nyaman, tertib dalam pelaksanaan. “Kalau perlu kita melakukan preventif dan penegakan hukum kalau diperlukan,” ujarnya penuh semangat.

Kakanwil kemenag Sulbar dalam penutup statementnya menyampaikan terima kasih atas dukungan dari semua pihak, apalagi kita telah melakukan rakor lintas sektoral, dan dari rakor tersebut segera dilaporkan kepada Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Coumas. “Kepada seluruh keluarga besar kanwil kemenag Sulbar ASN/Pramubakti di manapun berada, untuk tidak mudik dan shalat idul fitri di rumah saja,” tutup H. M. Muflih yang merupakan cucu dari K. H. Daeng salah seorang ulama dari tanah mandar. ( Syarifuddin Andi -Lan).