Opini: Ledakan Global Kasus Covid Kembali Terjadi


Oleh: Ainun Afifah

Lagi. Kasus covid kembali menerpa dunia. Dilansir dari terkini.id pada 31 Oktober 2021, Negara China telah ditemukan hampir 200 kasus covid-19 lokal dalam seminggu terakhir yang membuat mereka mengunci 3 kota yaitu Kota Eijin di Provinsi Mongolia Dalam, Lanzhou di Provinsi Gansu, dan kota Heihe di Provinsi Heilongjiang. Sehingga sebanyak 1,6 juta penduduk dan meminta warga tinggal di rumah dan dilarang bepergian kecuali mendesak di wilayah yang berbatasan dengan Rusia itu.

Dikutip dari CNBC. Minggu, 31 Oktober 2021. China kemarin melaporkan 23 kasus domestik baru. Ini sekitar kurang dari setengah dari jumlah hari sebelumnya. Tambahan ini membuat total kumulatif kasus di China menjadi 96.938 kasus dengan 4.636 kematian.

Tak hanya China, sejumlah Negara Eropa juga mengalami kasus covid-19 yang semakin melonjak dalam seminggu terakhir, dimana kasus naik 18% pada pekan lalu. Kasus Covid-19 telah melonjak tajam di Ceko dan Hongaria. Adapun rata-rata tujuh hari kasus membengkak lebih dari 100% dibandingkan pekan sebelumnya. Rusia melaporkan rekor tertinggi tujuh hari rata-rata lebih dari 35.800 kasus baru pada hari Selasa, atau 10% lebih tinggi dari minggu sebelumnya. Ukraina juga mengalami kenaikan 43% dalam rata-rata kasus per minggu bila dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Menurut data dari John Hopkins University, Negara Eropa lainnya seperti Kroasia, Denmark, Norwegia dan Polandia masing-masing juga mencatat peningkatan kasus rata-rata mingguan. Bahkan lebih dari 70%.

Baca juga  Kebijakan Buka Tutup Wisata, Membingungkan Rakyat

Kegagalan WHO dalam Menangani Pandemi
WHO (World Health Organization), lembaga kesehatan dunia yang dipandang sebagai otoritas terpercaya dalam urusan kesehatan dunia nyatanya juga telah gagal dalam menangani pandemi. Ketidakmampuannya begitu jelas di depan publik. Dengan menggunakan instrumen politik berupa International Health Regulation 2005 (IHR-2005) yang dirumuskan bagi tujuan membendung penyebaran penyakit secara global, telah gagal.

Bahkan lockdown dipandang sebelah mata oleh WHO. Alih-alih melockdown tapi justru menyarankan konsep “new normal” kala covid belum reda. Alasannya bahwa dengan penerapan lockdown maka akan membahayakan perekonomian. Hal ini nampak jelas bahwa bukannya memikirkan keselamatan jiwa manusia, tapi justru lebih memikirkan materi. Padahal sebenarnya sebelum ada wabah pun perekonomian yang berlandaskan kapitalisme telah gagal menyejahterakan manusia.

Baca juga  Nasib Para Pedagang, Dilema Antara Kesehatan dan Ekonomi

Sementara pandangan bahwa tanpa lockdown pun sejumlah negara sukses menangani wabah, seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, asalkan sistem kesehatannya baik, yaitu seluas-secepat mungkin melakukan screening, contact-tracing, serta perawatan yang baik sebagaimana arahan WHO berdasarkan IHR, adalah tidak benar. Covid ini tidak akan bisa hilang jika masih ada negara yang belum bebas dari pandemi ini. “Capitalism isn’t working”.

Islam Solusi Pandemi yang Ampuh
Berbeda dengan WHO dengan perspektif kapitalistiknya, Islam yang berasal dari Sang Pencipta, Allah SWT. yang menempatkan nyawa manusia di atas kepentingan ekonomi. Pengambilan setiap keputusan berdasarkan pada pendapat para ahli dan bukannya tuan-tuan mereka.

Islam pun melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah dan paham agama. Sehingga seluruh urusan dan kebutuhan dasar masyarakat terjamin pemenuhannya, bukan hanya kesehatan, tapi jga keamanan, pendidikan, dll.

Khilafah dengan ideologi Islamnya akan menjadi leader dalam mencontohkan penanganan pandemi. Khilafah tidak akan melakukan pelonggaran-pelonggaran yang dapat memicu potensi kerumunan hanya karena faktor ekonomi. Lockdown secara total akan dilakukan, tentu saja bukan sekedar lockdown tapi juga dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan masyarakat selama lockdown. Dengan kekuatan keuangannya yang berasal dari Baitulmal lah, Khilafah akan mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat dan memasifkan 3T sehingga pandemi akan cepat tertangani.

Baca juga  Umat Enggan Coblosan, Politik Uang Berjalan

Konsep lockdown ini tidak mengenal sekat-sekat negara bangsa dan egois kedaerahan yang diharamkan Islam. Sehingga, bila ditelaah secara mendalam konsep lockdown merupakan kunci keberhasilan pemutusan rantai wabah dengan segera ke wilayah mana pun. Sebab, tidak ada peluang terjadinya imported case (kasus impor) yang telah memicu meluasnya wabah Covid-19 ke seluruh dunia dengan cepat.

Begitulah gambaran prinsip Islam yang menyelesaikan secara sistemis berbagai persoalan. Tidak ada alternatif lain untuk dunia bebas pandemi Covid, melainkan hanyalah ideologi Islam dengan sistem Khilafah. Hanya Islam satu-satunya solusi yang ampuh dalam menangani pandemi covid hari ini.