NGO Kartini Manakarra Gandeng Sejumlah Lembaga Wujudkan Pelayanan Korban Kekerasan Berbasis Gender


Peserta diskusi yang digelar NGO Manakarra foto bersama. (foto : ist)

SULBAR99NEWS.COM-MAMUJU, NGO Kartini Manakarra menggelar diskusi. Tujuannya untuk mendorong Terwujudnya Pelayanan Terpadu Korban kekerasan Berbasis Gender di Sulawesi Barat. Itu merupakan topik diskusi yang diangkat oleh NGO Kartini Manakarra Mamuju bekerjasama dengan Polda Sulawesi Barat, Kejaksaan Negeri Mamuju, Unit PPA Polres Mamuju, Dinas P3AP2KB, LBH Manakarra, dan Yayasan Kerti Praja yang didukung oleh UNFPA, Rabu (27/10/2021).

Bertempat di Nal CafĂ© Mamuju, Direktur NGO Kartini Manakarra Mamuju, Dian Daniati menyampaikan bahwa diskusi ini bertujuan agar terbangunnya pemahaman yang sama antar para pemangku kepentingan. “Dalam hal ini penegak hukum, pemerintah serta masyarakat terhadap persoalan kekerasan berbasis gender, yang merupakan suatu bentuk pelanggaran terhadap martabat kemanusiaan dan memerlukan penanganan secara serius dalam persepsi dan koordinasi yang sama, sehingga tidak terdapatnya kekosongan dan atau tumpang tindih pekerjaan dalam menyelesaikan kasus kekerasan berbasis gender,” ungkap Dian Daniati.

Baca juga  Disdik Majene Akan Kembalikan Anak Putus Sekolah ke Sekolah

Setelah kegiatan dibuka secara resmi oleh Kompol Nisrina basri, Kasubdit Renakta Polda Sulbar, peserta kemudian diberikan infografis kekerasan berbasis gender yang terjadi di Provinsi Sulawesi Barat tahun 2021 oleh Tim NGO Kartini Manakarra Mamuju, dilanjutkan dengan pemaparan peran UPTD PPA Provinsi Sulbar dalam hal penangan korban kekerasan berbasis gender oleh Dinas P3AP2KB serta materi kekerasan berbasis gender dalam prespektif hukum oleh Unit PPA Polres Mamuju dan LBH Manakarra.

Baca juga  Hari Ini Pertama di Sulbar, Majene Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Diskusi yang dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, RSU dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak baik tingkat Provinsi Sulawesi Barat maupun Kabupaten Mamuju dan Majene, juga dihadiri oleh perwakilan organisasi mahasiswa dan beberapa NGO yang peduli terhadap tindak kekerasan berbasis gender.

Beberapa permasalah terungkap pada diskusi ini, diantaranya adalah masih minimnya kesadaran masyarakat untuk mengadukan atau melaporkan tindak kekerasan yang terjadi baik di lingkup keluarga maupun lingkungannya, belum tersedianya rumah aman bagi korban di tingkat provinsi, data tindak kekerasan berbasis gender yang masih belum singkron antar institusi serta masih kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan.

Baca juga  Gebrakan Kadisdik Majene yang Baru, 20.000 Masker Dibagikan untuk Siswa PAUD dan SD

Simpulan dari diskusi kekerasan berbasis gender yang difasilitasi oleh NGO Kartini Manakarra Mamuju yaitu komitmen kesatuan data dan kesepakatan akan arti pentingnya pembentukan forum yang mewadahi pemangku kepentingan agar dapat menyelesaikan kasus kekerasan berbasis gender dengan baik dan terkoordinasi, sesuai dengan koridor dan kewenangan masing-masing pemangku kepentingan sehingga terwujudnya rasa keadilan di masyarakat. (Jef-ih)