Negeri-Negeri Muslim Butuh Junnah


Oleh: Yozii Asy Syarifah

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang imam (kepala negara) laksana perisai, rakyat di belakangnya dan dia menjadi pelindung bagi rakyatnya” (HR Bukhari dan Muslim). Seperti itulah bunyi hadist yang diucapkan oleh Rasulullah 14 Abad yang lalu.

Sayangnya, hadist tersebut seolah menjadi sebuah ucapan biasa. Sekarang ini kita mendapati kaum muslimin terpuruk dalam segala hal, tidak hanya Indonesia. Kita melihat negara Palestina yang sampai hari ini masih bergejolak.

Baca juga  Menyoal Maslahat Larangan Mudik

Baru-baru ini pula, diberitakan negeri Muslim di Uighur Cina dituduh sebagai radikal dan teroris, akhirnya berakibat pada reeducation camp yang terjadi di Uighur Cina. Ada juga Rohingya, Kashmir, Yaman dan negeri-negeri Muslim lainnya.

Mirisnya, saat negara-negara kaum muslim membutuhkan pertolongan, negeri muslim yang lain tidak mampu untuk memberikan pertolongan kepada saudaranya dengan alasana Nasionalisme. Yah, hari ini kaum muslimin terjerat oleh ide Nasionalisme. Jika suatu negeri muslim memiiliki masalah maka negeri muslim yang lain hanya mampu mengucapkan aksi bela sungkawa.

Baca juga  Hanya Islam yang Mampu Mencetak Generasi Penakluk

Sementara itu, negeri-negeri Barat justru mengambil kesempatan tersebut dengan baik. Dengan melakukan propaganda seperti yang kita lihat kaum musliim dipalestina, masih saja harus berhadapan dengan kaum yahudi, dan negeri-negeri muslim yang lain. Kita lihat di negeri kita sendiri di hembuskan Islam Phobia, takut dengan yang bercadar, celana cingkrang, bahkan baru-baru ini Bahasa Arab dianggap sebagai awal mula munculnya teroris.

Baca juga  Wujudkan Takwa Hakiki dengan Menegakkan Hukum-Nya

Dengan demikian, kaum muslim membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga kaum muslim dari propaganda-propaganda kaum kafir sehingga, kaum muslim mampu hidup sesuai dengan Agamanya. Kaum muslimin membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga kehormatan dan kemuliaannya. Dan itu bisa didapatkan ketika syariat Islam diterapkan dalam kehidupan bernegara.
Wallahu ‘alam


OPINI