Miss Queen : Kampanye LGBT, Negara Miskin Proteksi


Oleh : Putri Wulandari Amd.Keb

Tahu kah kita,kalau beberapa waktu lalu telah berlangsung acara Miss Queen Indonesia 2021 di Bali yang merupakan kontes kecantikan bagi para transgender untuk memperlombakan kecantikannya. Yang membuat aneh dari acara ini adalah para transgender berlomba-lomba mengkonteskan kecantikannya padahal faktanya mereka adalah laki-laki, yang aneh berikutnya adalah orang-orang yang normal jenis kelaminnya dan sehat akalnya, malah ada juga yang memberikan dukungan kepada perilaku transgender ini dan kepada acara-acara yang mendukung transgender, bukankan ini berbahaya, karena yang sakit bisa menularkan pemahaman LGBT nya kepada yang sehat, sehingga yang sehatpun bisa ikut-ikutan aneh.
Oleh karena itu dari peristiwa aneh ini kita bersama bisa mengambil pelajaran bahwa penyakit tidak selamanya disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur dan lain-lain, namun adapula penyakit yang membuat perilaku dan akal sehat seseorang menjadi sakit, yaitu pemahaman LGBT atau bisa juga dikatakan penyakit gangguan jiwa, sebab mereka tidak mampu mengidentifikasi dirinya sendiri apakah dia laki-laki atau perempuan, padahal jelas faktanya organ laki-laki dan perempuan itu beda sejuta persen dari segi bentuk dan juga fungsinya, kenapa mereka tidak mampu membaca itu kan ini bisa dikatakan gangguan jiwa.

Baca juga  Problema Guru Honorer

Pemahaman LGBT ini lahir dari pemahaman sekularisme dari Amerika yaitu pemahaman yang memisahkan agama dari kehidupan. Akibat agama di pisahkan dari kehidupan adalah individu-individu merasa bebas dan punya hak melakukan apapun pada tubuhnya, apakah mereka mau berpenampilan perempuan-perempuan tampan ataukah berpenampilan laki-laki cantik suka-suka mereka. Itulah sebabnya jika dalam suatu wilayah banyak penduduknya yang mengalami keanehan jiwa seperti ini, maka negaranyapun bisa menjadi ikut-ikutan aneh, dan berani mengadakan acara aneh di Indonesia padahal faktanya Indonesia adalah negara mayoritas muslim dan menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, padahal sudah jelas perilaku dan acara seperti ini sangat bertentangan dengan hukum syariah dan bisa mendatangkan murka Allah.

Baca juga  Dari Wabah Virus Corona Kita Belajar!

Oleh sebab itu sumber dari penyakit ini harus di obati segera, dengan cara pemahaman sekularisme yang sudah tertanam di kepala mereka, diobati dengan pemahaman islam dan menyadarkan hati dan akal mereka bahwa setiap manusia tidak akan bisa mendapatkan kebahagiaan yang hakiki di dunia sampai akhirat jika memisahkan diri dari agama dan juga di ingatkan untuk kembali kepada Allah dengan bertaubat sebab Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan bagi setiap hamba-Nya yang jatuh dalam dosa, dan begitupula dengan negara Indonesia jika ingin menjadi negara yang berkah dan penuh rahmat maka ambil sistem syariah islam dan berhenti menganut sistem sekulerisme dari Amerika. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi negeri ini. Aamiin Allahu a’lam bissawab

Baca juga  Nasib Pilu Guru Honorer dalam Mencari Kesejahteraan