Menhub Budi Karya Tinjau Lokasi Pembangunan Stasiun Kereta Api di Barru


SULBAR99.COM-BARRU, Bupati Barru Ir.H.Suardi Saleh menyambut kedatangan Rombongan Menteri Perhubungan RI Ir. Budi Karya Sumadi mendarat di Pelabuhan Andi Mattalatta Garongkong Kel. Mangempang Kec. Barru Kab. Barru dengan menggunakan Pesawat Helikopter Bell 529/PK-CAY dalam rangka Kunjungan Kerja di Kab. Barru sekitar pukul 08:20 Wita, (29/2/2020).

Menteri Perhubungan RI tiba di Barru bersama Gubernur Sulawesi Selatan Prof. DR.Ir. H. Nurdin abdullah. M.AGR, Wakajati Sulsel Rizal Nurul Fitri, SH., MH, Staf Gubernur Sulsel dan Staf Kajati Sulsel.

Juga Hadir menyambut kedatangan Menteri Perhubungan RI dan rombongan,Dandim 1405/Mlts Letkol Kav Ali Syahputra Siregar, SH., MH, Kapolres Barru AKBP Welly Abdillah,SH.,S.Ik, Kasi Inteldim Ryan Adriansyah S.H, ketua Pengadilan Negeri Barru Cahyono Riza Adrianto, SH., MH, Dirjen Perkeretapian Zulkifli, Kepala Balai Tehnik Perkeretaapian Wilayah Bagian Timur dan Sulsel Jumardi, Pj. Sekda Barru Dr. Abustan, M.Si, Kepala Syahbandar Pelabuhan Andi Mattalatta Garongkong Tarudi Manalu, Kepala BKD Barru Ir. H. Nasruddin, M.AP dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Barru Drs. Andi Jalil Mappeare, S.Sos.

Baca juga  Jelang Lebaran, Warga Dari Daerah Padati Sejumlah Perbelanjaan Alat Rumah Tangga di Makassar

Menhub RI beserta rombongan langsung meninjau lokasi persiapan pembangunan Stasiun Kereta Api yang akan menghubungkan jalur kereta api Pelabuhan Andi Mattalatta Garongkong dengan jalur kereta api Barru Makassar di Jl. Pelabuhan (jalur dua menuju pelabuhan Andi Mattalatta Garongkong) Kel. Mangempang Kec. Barru Kab. Barru.

Setelah meninjau lokasi Pembangunan Stasiun Menteri Perhubungan beserta rombongan menuju dermaga pelabuhan curah Andi Mattalatta Garongkong untuk meninjau persiapan kelanjutan pembangunan jalur kereta api yang akan menghubungkan pelabuhan Andi Mattalatta Garongkong dengan jalur kereta api Barru Makassar.

Kemudian sekitar Pukul 09.00 wita Menteri Perhubungan bersama instansi terkait melaksanakan Rapat dan membahas kelanjutan pembangunan jalur dan stasiun kereta api yang menghubungkan pelabuhan Andi Mattalatta Garongkong dengan jalur kereta api Barru Makassar.

Baca juga  HUT ke-21 DWP Kemendes PDTT. Lilik Umi : Ibu-ibu Tidak Boleh Gaptek

Menteri Perhubungan RI sekali lagi mengharapkan bahwa proyek rel kereta api merupakan Proyek nasional dan harus didukung oleh pemerintah daerah.

“Proyek pembangunan rel kereta api merupakan proyek nasional dan sangat vital, sehingga perlu didukung dengan baik oleh pemerintah daerah, Permasalahan pembebasan lahan harus menjadi perhatian karena pembebasan lahan belum selesai 100 %”,kata Budi Karya Sumadi.

Hasil diskusi kementrian berkaitan pelabuhan garongkong kegiatan harus melibatkan pihak swasta untuk mengelolanya, Alternatif pertama KPBU (Lelang) 49 % dan selebihnya dikelola oleh BUMD dan BUMN.

Ir. Budi Karya Sumadi berharap dukungan anggota forkopimda Barru terkait masalah – masalah proyek nasional tersebut.

“Saya berharap dukungan anggota forkopimda, dalam hal ini Kapolres, Dandim dan Bupati, karena masih ada masalah pembebasan lahan, untuk itu agar bersinergi dalam penyelesaian masalah pembebasan lahan. Juga kontraktor agar menyelesaikan permasalahan yang ada, sehingga pembangunan rel kereta api dapat berjalan dengan baik dan apabila dalam jangka waktu 1 bulan tidak ada realisasi terkait hal tersebut kontraktor bisa diganti. Pembangunan rel kerera api diharapkan rampung tahun ini”,harapnya.

Baca juga  Gus Menteri Minta Kades Bentuk Tim Relawan Pemutakhiran Data Desa Berbasis SDGs

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah juga menyampaikan terkait permasalahan Pembesan lahan.

“Dengan sinergi yang kita bangun bersama, yakin permasalahan pembebasan lahan dapat direalisasikan”,kata Gubernur.
Nurdin Abdullah berharap kepada Forkopimda agar mengawal permasalahan terkait proyek rel kereta api”,harap Nurdin Abdullah.

Sementara Bupati Barru Ir. Suardi Saleh menyampaikan terkait rencana pengembangan pelabuhan sudah sesuai rencana pemda yang akan menjadi kawasan ekonomi khusus”,jelasnya.
Suardi Saleh mengungkap kendala masalah lahan yang tidak sesuai peruntukannya hingga dibuatkan perda.

“Kendala yang selama ini adalah masalah lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, pemda sudah membuat Perda terkait hal tersebut sehingga lahan yang ada akan dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” ungkapnya. (Firdauz)


NASIONAL