Warga Perumahan Magfirah Mamuju Gotong Royong Bersihkan Selokan Hingga Malam


Sejumlah warga perumahan Magfirah Mamuju sedang kerja bakti membersihkan selokan yang sudah tidak mampu tampung air hujan, bahkan kerja bakti dilakukan hingga malam hari. (Foto : Edi Kurniawan)

SULBAR99NEWS.COM-MAMUJU, Sikap gotong royong yang patut dicontoh dipertontonkan warga Perumahan Mahfirah, jalan Abd. Syakur Kelurahan Karema Kecamatan Mamuju, Senin (21/09/2020).

Berdasarkan pantauan sulbar99news.com, di jalan Abd. Syakur Kelurahan Karema Kecamatan Mamuju, telihat sejumlah warga setempat tengah melaksanakan kerja bakti membersihkan saluran drainase yang sudah tidak mampu menampung derasnya air hujan di wilayah Kompleks perumahan Magfirah.

Salah seorang warga Perumahan Magfirah, Hj. Zarkia Yusuf, S.Pd yang juga kepala bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Kantor Dinas Sosial Kabupaten Mamuju saat ditemui ditengah-tengah warga kerja bakti mengatakan, salah satu hal yang menjadi tolak ukur majunya suatu daerah adalah rasa gotong royong dalam segala kondisi yang harus selalu ditumbuhkan.

Baca juga  Seorang Nelayan Dilaporkan Hilang Saat Hendak Mencari Ikan di Perairan Baras Pasangkayu

Hj. Zarkia Yusuf sebagai penginisiatif kegiatan ini dibantu Ince Jayangkara menambahkan, di kelurahan Karema dan Mamuju pada umumnya, selain untuk tetap membangun rasa saling gotong royong, juga tak kalah pentingnya bahwa tanggung jawab kita untuk saling mengingatkan sesama warga Dalam menjaga kebersihan.

Baca juga  Longsor Mamasa, Terdengar Suara Gemuruh, Pemilik Rumah Berhamburan Keluar

“Salah satu penyebab banjir di wilayah kami adalah ketika air hujan yang deras bertemu dengan air pembuangan masyarakat, serta limbah yang dibuang sembarangan. Olehnya itu kita selalu mengingatkan untuk tetap menjaga kebersihan dalam bermasyarakat karena sampah yang dibuang tidak pada tempatnya akan berkontribusi pada hal yang dapat merugikan kita semua,” urainya.

Kabid Dinsos itu menjelaskan, pada umumnya kesibukan kerja para masyarakat terkadang membuat silaturahmi tidak berjalan. “Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa kerja bakti dilakukan hingga malam hari. Selain untuk membersihkan saluran, juga untuk kembali munumbuhkan rasa kekeluargaan diantara kita dan juga bisa saling mengetahui kabar masing-masing,” tuturnya.

Baca juga  Kades Lembang-lembang Sebut Pelaku Perkosaan Anak di Bawah Umur Bukan Warganya

Lebih jauh Zarkiah menambahkan, aktifitas semacam ini semoga bisa tetap terjaga sehingga terjalin hubungan emosional yang kuat antar warga dan tetangga. “Karena bagaimanapun juga tak akan maju sebuah wilayah jika tidak tumbuh didalamnya rasa saling memiliki dan saling menghargai sebagai mahluk sosial, “tutup Hj. Zarkia. (Edi Kurniawan).