Memprihatinkan, Kondisi SDN 031 Banu-banua Butuh Perhatian Khusus


Kondisi dua RKB SDN 31 Banu-banua, tidak digunakan lagi. Pasalnya atap dan plafon rusak parah. (Foto : Syarifuddin Andi)

SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 031 Banu-banua Desa Lembang lembang Kecamatan Limboro Kabupaten Polman, kondisinya sangat memprihatinkan.

Kepala SDN 031 Banu-Banua, Warli, S.Pd, SD, yang ditemui, Jumat (27/11/2020) mengungkapkan, dua ruang kelas di sekolah itu tidak bisa lagi digunakan proses belajar mengajar, karena kondisinya rusak parah. “Atap dan lantainya rusak parah. Juga empat ruangan lainnya yang tak layak lagi,” ungkapnya.

Akibatnya, siswa di dua ruangan tersebut disatukan di dua ruang kelas lainnya, agar proses belajar tetap bisa berjalan. “SD kami memiliki 112 siswa dan PNS delapan orang, honorer 2 orang,” ungkapnya.

Baca juga  Ujian Nasional Ditiadakan, Tidak Menjamin Siswa Lulus 100 Persen

Warli mengungkapkan, ruangan yang rusak tersebut tidak bisa diperbaiki dan mendapat bantuan dari pemerintah, karena sekolah ini berdiri di atas lahan masyarakat. “Syarat untuk bermohon perbaikan sekolah atau mendapatkan bangunan perumahan guru dan jambang sekolah, meminta akta dan sertifikat tanah sekolah, sehingga sekolah kami terkendala masalah itu. Karena tanah yang ditempati berdiri sekolah SDN 031 Banu-benua masih milik masyarakat, tanah warisan,” ujarnya saat ditemui sedang kerja bakti bersama siswa membersihkan sekolah.

Baca juga  Realisasi DAK Pendidikan Capai 80 persen, Majene Raih Pengelola DAK Terbaik di Sulbar

Saat ini, dirinya selaku kepala sekolah telah mengirim surat ke Bupati Polman melalui sekertaris daerah, agar sekolahnya mendapat perhatian khusus terkait pembebasan lahan. “Kami sangat mengharapkan, agar pemerintah daerah membeli lahan tersebut, sebab pemilik lahan juga bersedia menjual tanah itu,” tandasnya.

Baca juga  Tak Terjangkau Internet, SD 017 Bung di Desa Kalumammang Polman Tertinggal

Dengan demikian, lanjut Warli, rehab sekolah bisa berjalan sehingga proses belajar mengajar di SDN 031 berjalan. “Agar siswa dapat merasakan kenyamanan dalam ruangan dengan baik, tidak lagi ada gangguan dua kelas yang disatukan, guru juga bisa leluasa melakukan proses belajar mengajar,” ungkapnya. (Syarifuddin Andi)