Mayat Yang Ditemukan Warga di Mapilli, Diduga Korban Pembunuhan

  • Bagikan
Mayat ditemukan tanpa identitas

SULBAR99.COM-POLMAN, Pihak Kepolisian Resort (Polres) Polewali Mandar, masih mendalami penemuan mayat perempuan dalam karung, yang ditemukan warga di saluran irigasi di Desa Segerang, Kecamatan Mapilli,
Kabupaten Polewali Mandar,  Jumat pagi siang (04/10).

Sesosok mayat tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan, saat ditemukan warga sudah dalam kondisi membusuk, sebagian wajahnya menghitam sehingga tidak dapat dikenali lagi.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaeni menjelaskan, mayat tersebut pertama kali ditemukan  oleh warga yg sedang melintas di sekitar lokasi, kemudian memberitahukan kepada Asril, warga Kampung Toa,  Desa Bonra Kecamatan Mapilli yang kebetulan berada di sekitar lokasi.

“Setelah dilaporkan, selanjutnya mereka bersama-sama mendekati mayat yang di dalam karung di saluran irigasi, karena adanya bau yang menyengat sehingga mereka penasaran, kemudian membuka isi karung dengan menggunakan pisau, setelah karung terbuka mereka kaget melihat mayat yang sudah bengkak, akhirnya mereka pun langsung melaporkan penemuan itu kepada kepala Dusun Padang,”jelas Syaiful, Jumat (04/10).

Menurut Syaiful, setelah menerima laporan dari warga, ia pun langsung
mendatangi lokasi, selanjutnya melalukan olah TKP oleh Unit Identifikasi Polres Polman serta melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Mapilli.

“Dari hasil pemeriksaan mayat tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan,  dengan menggunakan baju kaos lengan panjang, bermotif berwarna hitam dan celana panjang kain warna cokelat, usianya diperkirakan antara 30 hingga 40 tahun,”kata Syaiful.

Syaiful juga mengatakan, mayat tersebut ditemukan tampa identitas, kondisi mayat sudah bengkak serta berulat,  dan pada
wajah korban sudah menghitam sehingga sulit untuk dikenali dan terdapat
lebam pada bagian perut.

“Dugaan sementara disinyalir korban penganiayaan atau korban pembunuhan yang sengaja dibuang oleh pelakunya untuk menghilangkan barang bukti. Selanjutnya mayat kita evakuasi ke Rumah Sakit Umum Polewali untuk diotopsi oleh pihak Forensik guna mengetahui penyebab korban meninggal,”pungkasnya. (Ali)

  • Bagikan