Terbaik terbaik

Maklumat MUI Majene : Tidak Melakukan I’tikaf Sepuluh Malam Terakhir di Masjid


Bupati Majene Fahmi Massiara saat rapat bersama MUI Majene, Kemenag Majene membahas maklumat dalam penyelenggaraan keagamaan selama Ramadhan

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Majene, bersama Kementerian agama (Kemenag) Majene, Dewan Masjid Indonesia Majene dan Pemkab Majene mengeluarkan maklumat bersama tertanggal 21 April 2020 tentang kegiatan keagamaan dalam masa darurat penyebaran wabah covid-19 selama bulan Ramadhan 1441 H.

Terdapat delapan poin keputusan dalam maklumat yang ditandatangani Bupati Majene, Ketua dan Sekretaris MUI Majene dan Kepala Kemenag Majene.

Berikut delapan poin keputusan tersebut

  1. Tidak membatalkan maklumat bersama pemerintah kabupaten Majene, kementerian agama, Majelis Ulama Indonesia, Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Majene yang diterbitkan sebelumnya.
  2. Menghimbau kepada seluruh umat muslim Majene untuk menjalankan ibadah puasa di buoan ramadhan sesuai ketentuan fikih ibadah
  3. Shalat lima waktu dan shalat tarwih tidak dilaksanakan di masjid atau mushalla tetapi dilakukan secara individual atau berjamaah dengan keluarga inti di rumah masing-masing dan tidak melaksanakan tarwih keliling
  4. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau bersama keluarga inti  dan tidak melakukan sahur on the road dan tidak melakukan buka puasa bersama di rumah selain keluarga inti, lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musahllah
  5. Peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tabliq dengan menghadirkan penceramah dan massa, ditiadakan, baik lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun mushallah.
  6. Tidak melakukan i’tikaf di sepuluh malam terakhir ramadhan di masjid ataupun mushallah
  7. Menghimbau kepada segenap umat islam Majene untuk menyegerakan mengeluarkan zakat hartanya sehingga bisa terdistribusi kepada mustahiq lebih cepat
  8. Maklumat ini berlaku sejak dikeluarkannya sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.
Baca juga  Pansus Covid19 Polman Berkunjung ke Majene
Baca juga  Larangan Mudik, Pemkab Majene Perketat Penjagaan Perbatasan

Sekadar diketahui, I’tikaf , berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah atas perbuatan-perbuatannya. (ih)

Baca juga  Syarat Dipermudah, Januari, Tahap I Dana Desa Sudah Bisa Dicairkan