Terbaik terbaik

Majene Kaya Potensi Sejarah dan Budaya, Dalam Dialog Budaya dan Sejarah BPNB Sulsel


Foto : FB Thamrin Uai Randang

Penulis : Fahmy Jadel

Sulbar99.com.Dialog budaya dan sejarah yang dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulawesi Selatan berlangsung selama empat hari sejak tanggal 21 April hingga 24 April 2019 di Hotel Villa Bogor Majene. Peserta terdiri dari para tokoh pemerhati sejarah dan budaya, seniman, guru sejarah dan para penggiat literasi yang ada di Sulawesi Barat yang berjumlah 40 orang. Tema yang diusung dalam dialog ini adalah relevansi sejarah dan budaya bagi pembangunan Sulawesi Barat.

Baca juga  IFAD Indonesia Kagum Konsep SDGs Desa yang Diterapkan Pembangunan Desa Berkelanjutan

Menurut ketua pelaksana kegiatan, Sahril Kila, penunjukan kabupaten Majene sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini karena mengingat Majene merupakan daerah bekas ibu kota Afdelin Mandar yang kaya akan potensi situs sejarah dan budaya di Sulawesi Barat.

Dalam dialog ini, menghadirkan beberapa pemateri yang mempunyai latar belakang ilmu sejarah dan budaya baik pemateri yang berasal dari Sulbar maupun dari luar Sulbar yang pernah melakukan penelitian studi akademik di Sulawesi Barat.

Baca juga  Rambut Pirang Pasha Ungu Ditanggapi Mendagri Tito

Salah seorang pemateri, Bustan Basir Maras, mengakui bahwa dengan adanya kegiatan dialog ini para generasi muda dapat memahami lebih banyak lagi tentang adat istiadat kebudayaan Mandar yang dikenal sebagai penduduk mayoritas yang mendiami wilayah Sulawesi Barat. Lebih lanjut dikatakan, dialog ini diharapkan menjadi  tonggak baru dalam membangun kebudayaan yang memanusiakan manusia Sulbar. “Kemiskinan budaya menyebabkan sejumlah penduduk susah payah merebut alat produksi atau bahkan reproduksi kebudayaan yang menyebabkan mereka terpinggirkan, terpapar patologi kata kemiskinan”, Ungkap Bustan.

Baca juga  Kemendagri Gandeng KPK Sisir Dana APBD di Daerah yang Tidak Tepat Sasaran

Sementara itu, Tamalele, salah satu tokoh pemerhati budaya yang berasal dari kecamatan Balanipa, Kab. Polewali Mandar mengatakan bahwa dari judul yang diangkat oleh BPNB sangat relevan dengan kondisi yang dialami oleh pemerintah baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi Sulawesi barat. “Pemahaman dan perhatian pemerintah sangat dibutuhkan dalam membangun kebudayaan di Sulawesi Barat sehingga atmosfir serta kebijakan pada kebudayaan menjadi penting untuk dilakukan agar generasi muda dapat menganal dari dini kebudayaannya”. Terang Tamalele.(***)