Lusa, Empat Kecamatan di Majene Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang


Gambaran Citra satelit, Jumat (18/12/2020) sore. (sumber : BMKG Majene)

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Tiga Wilayah di Majene, yaitu Banggae, Banggae Timur dan Pamboang, diterpa hujan terus menerus disertai angin kencang, Jumat (18/12/2020). Hal ini sesuai dengan prakiraan cuaca peringatan dini yang dikeluarkan BMKG Majene tanggal 18-20 Desember 2020.

Prakirawan BMKG Majene Bagus Batara Putra yang dihubungi via telepon mengungkapkan, untuk tanggal 19 Desember 2020, sebenarnya masih terdapat potensi hujan ringan hingga sedang di Majene. “Cuma untuk potensi hujan lebat disertai angin kencang, kecil potensinya untuk wilayah Majene,” ungkapnya.

Baca juga  100 Alat Pelindung Diri Siap Didustribusikan ke Petugas Kesehatan Majene

Oleh sebab itu, karena potensinya hujan ringan, sehingga BMKG tidak masukkan sebagai peringatan dini pada 19 Desember 2020. “Kemudian, potensi (hujan lebat disertai angin kencang) menguat kembali tanggal 20 Desember,” tambahnya.

Empat wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang di Majene, berdasarkan peringatan dini cuaca BMKG 18-20 Desember 2020 yaitu Kecamatan Sendana, Tubo, Tammeroddo dan Malunda. “Kalau untuk angin, bukan diakibatkan karena angin musim seperti bulan-bulan sebelumnya, jadi kemungkinan anginnya disebabkan oleh awan hujan comulonimbus. Awan tersebut bisa menyebabkan angin dengan kecepatan hingga 40 KM per jam,” ujarnya.

Baca juga  Harga gas LPG Tiga Kg Meroket hingga Rp.25ribu, Buntut Langkanya di Pasaran

Potensinya sedang hingga lebat. “Untuk potensi hujan sedang hingga lebat (di empat wilayah itu), hanya singkat, hujan ringan hingga sedangnya, berpotensi yang seperti terjadi hari ini, dari pagi sampai sore, bervariasi antara hujan ringan dan sedang, hanya sesekali saja terjadi hujan lebat,” tambahnya.

Baca juga  Ipmapus Cabang Majene Menggelar Konfercab

Staf Operasional Stamet Majene itu menjelaskan, potensi ini hampir keseluruhan terjadi di daerah pesisir dan pegunungan. “Karena penyebab angin ini bukan disebabkan oleh angin seperti angin timuran atau baratan. Jadi ketika awan tersebut bergerak, dimana awan tersebut terletak atau daerah yang berada di dekat awan hujan tersebut, berpotensi terkena hujan dan angin, ” pungkasnya. (Satriawan)


DAERAH