Libur Imlek, Kapolres Majene Imbau Personilnya Untuk Tidak Mudik dan Keluar Daerah


Wakapolres Majene Kompol Jufri.

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Menjelang libur nasional Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili yang jatuh pada 12 Februari 2021, Kapolres Majene AKBP Irwan Banuaji, SIK M. Si menegaskan kembali, supaya jajaran personil tidak melakukan mudik atau keluar daerah bersama keluarganya, untuk mencegah Potensi penyebaran dan penularan COVID-19 di instusinya dan selalu menjalankan protokol kesehatan seperti menerapkan 5M.

Untuk menekan tingginya mobilisasi saat libur panjang, yang akan memperburuk pandemi di Indonesia, pembatasan mobilitas dengan larangan bagi jajaran personil Polres Majene untuk tidak bepergian ke luar daerah dan mudik. “Larangan ini merupakan salah satu upaya mencegah potensi peningkatan kasus COVID-19 akibat perjalanan atau mobilitas saat Tahun Baru Imlek,” ujar Kapolres.

Baca juga  Kapolres Pasangkayu Pimpin Gelar Pasukan Operasi Lilin Siamasei 2020

Pembatasan mobilitas Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah bagi jajaran Personil kepolisiaan Polres Majene selama Libur Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili dalam Masa Pandemi Covid-19.jajaran Personil Polres Majene dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik selama periode Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili, seperti bunyi surat edaran kapolri melalui telegram ke seluruh polda di tindak lanjuti polres tiap daerah /provensi di Indonesia

Sementara itu, wakapolres Majene Kompol Jufri saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan, larangan bepergian ini berlaku untuk periode 12 sampai 14 Februari 2021. Namun, apabila dalam periode tersebut seorang anggota mengalami keadaan mendesak dan terpaksa melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah, maka anggota yang bersangkutan harus mendapatkan izin tertulis dari pimpinan kesatuaannya terlebih dahulu.

Baca juga  Dua Penjabat Polda Sulbar Tinjau Gerai Vaksin di Pasar Sentral Majene

Meskipun telah memperoleh izin untuk bepergian ke luar daerah karena keadaan mendesak, atau tugas di luar daerah anggota juga harus memperhatikan empat hal dalam melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah, yaitu:

  1. Peta zonasi risiko penyebaran COVID-19 yang ditetapkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19.
  2. Peraturan/kebijakan pemerintah daerah asal dan daerah tujuan mengenai pembatasan keluar dan masuk orang.
  3. Kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19.
  4. Memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Baca juga  Operasi Zebra Siamasei, Polisi Bagikan Masker Setiap Hari

Surat edaran ini juga mewajibkan personil kepolisiaan untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Upaya ini juga perlu dilakukan dengan disiplin penerapan 5M dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menggunakan masker dengan benar, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi dia juga harus menjadi contoh dan mengajak keluarga serta masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya untuk selalu menerapkan 5M. (Syarifuddin Andi)