Legislator PKB gelar Kuker Sosialisasi Perda Kepariwisataan


SULBAR99.COM-MAJENE, sekretaris komisi l DPRD Provinsi Sulawesi Barat M. Dalif Arsyad menggelar Kunjungan kerja sosialisasi peraturan daerah nomor 1 tahun 2019 tentang Rencana Induk pembangunan kepariwisataan provinsi Sulawesi Barat. Bertempat di lapangan terbuka, lingkungan Labuang desa Ulidang kecamatan Tammerodo, Selasa (l8/2/2020).

Dalam gelaran itu, ratusan pasang mata yang didominasi perwakilan milenial hadir dalam acara kunjungan kerja tersebut. Selain itu, juga terlihat hadir kapala desa ulidang, kepala dusun, imam dusun, juga beberapa tokoh masyarakat dari tujuh desa di wilayah hukum kecamatan Tammerodo.

Dalam pertemuan itu, politisi muda PKB, M. Dalif Arsyad menjelaskan, rencana strategis pembangunan daerah pariwisata provinsi Sulawesi Barat merupakan sektor andalan yang harus dikembangkan dan diharap mampu mensinergikan dua dimensi, yaitu dimensi ekonomi dan dimensi sosial budaya yang berdaya saing.

Baca juga  Serap Aspirasi, Anggota DPRD Sulbar Dalif Arsyad Reses di Banggae

olehnya itu, konstribusi sektor pariwisata dalam membangun ekonomi daerah adalah salah satu instrumen peningkatan perolehan pendaoatan asli daerah.

“Regulasinya sudah ada, melalui peraturan daerah nomor l tahun 20l9 tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan. Nantinya menjadi pusat kegiatan wilayah promosi, sebagai kawasan potensial pusat pelayanan pariwisata. Intuk skala provinsi Sulawesi Barat di tetapkan kabupaten Mamasa,” jelas Dalif.

Baca juga  DPRD Sulbar Ekspose Rancangan KUA/PPAS dan APBD Perubahan 2020

Dikatakan, penentuan kabupaten Mamasa menjadi rencana induk pembangunan keparawisataan provinsi sulbar sudah ditinjau dari beberapa kriteria.

Menurutnya, sedikitnya ada delapan kriteria sebagai poin penting. ” Memiliki sumber daya pariwisata yang unik dan dapat diunggulkan, memiliki potensi sebagai penggerak pengembangan wilayah, memiliki kesiapan dan dukungan dari masyarakat untuk pengembangan pariwisata, memiliki potensi pengembangan tren produk wisata ke depan, memiliki potensi menarik pasar baik nasional maupun internsional, memiliki fungsi dan peran strategis dalam menjaga fungsi dan daya dukung lingkungan, memiliki peran strategis dalam usaha pelestarian dan pemamfaatan aset budaya, serta memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan keutuhan wilayah, “urai Dalif, dengan mengutip pasal tujuh perda nomor l tahun 20l9.

Baca juga  Serap Aspirasi, Dalif Undang Semua Kepala Lingkungan di Banggae dan Banggae Timur

Dari persfektif pembangunan sumber daya manusia, lanjutnya, pariwisata mempunyai potensi untuk dijadikan acuan dalam meningkatkan kualitas Hidup masyarakat, khususnya penduduk sekitar destinasi pariwisata.

Dengan demikian, pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan saja kesejahteraan materil dan spritual tetapi juga sekaligus meningkatkan kesejahteraan kultural dan intelektual. “Menjadi pedoman untuk arah pengembangan yang tepat bagi kesejateraan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan kultural juga intelektual kedepan,” harap Dalif. (Satriawan)


PARLEMEN