Lecehkan Profesi Tenaga Medis, Pemilik Akun Facebook di Majene Dilaporkan ke Polisi


DPD PPNI Majene Melaporkan Pemilik Akun Facebook ke Polres

SULBAR99NEWS.COM–Majene, Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Majene melaporkan pemilik akun Facebook bernama Iqrham Arifin ke Polres Majene, Kamis (7/1/2021).

Si pemilik akun dinilai telah melecehkan profesi perawat dan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) majene  lewat komentarnya pada sebuah unggahan.

Salah serorang perawat Rumah Sakit Umum Majene, Freedy mengungkapkan, laporannya telah disampaikan secara resmi ke penyidik Polres Majene tadi siang sekitar pukul 14.30 Wita oleh Ketua DPD PPNI Kabupaten Majene Wahidin.

Baca juga  Pesantren Lampoko, Tujuh Ruangan Hangus Dilalap Sijago Merah

 “Pemilik akun tersebut diketahui tinggal di Kecamatan Sendana, nama akunnya Iqrham Arifin, kami tadi datang ke Polres ada empat orang yang melapor,” ungkap Freedy di temui di ruang KSPK Polres Majene, Kamis (7/1/2021).

Laporan DPD PPNI ini berawal dari komentar Iqrhan Arifin pada unggahan akun Facebook miliknya, namun unggahan tersebut sudah dihapus. Meski demikian komentar Iqhram sempat ditangkaplayar dan disebarkan.

Baca juga  Diduga Terpeleset di Sungai yang Rawan Buaya di Kalubimbing, Lelaki Anto Dilaporkan Hilang

“Dalam komentarnya, Iqrham menuliskan, “Dokter/ perawat RSUD MAJENE ANJING” Pernyataan Iqrham ini melukai hati para perawat dan dokter RSUD Majene, dan postingan-postingan semacam ini bukan hanya sekali saja, sebelumnya juga ada postingaan yang melecehkan perawaat dan dokter, makanya kami sepakat dengan teman-teman untuk melaporkan, kasihan kita ini sudah bekerja siang dan malam, malahan dapat penghinaan,”ujarnya.

Baca juga  Berangkat dari Mamuju, Basarnas Cari Korban Anak Tenggelam di Pantai Mosso Dhua

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Jamaluddin dikonfirmasi membenarkan aadanya laporan dari perawat RSUD Majene,”Iya betul masih diperiksa laporannya, kasusnya UUITE, langkah awal masih penyelidikan karena butuh saksi ahli, baik ahlii bahasa maupun ahli ITE,”katanya. (Alim)


PERISTIWA