Terbaik terbaik

Dibaca : 27 kali.

Laporan Langsung Orang Mandar di Amerika Serikat (2)


Lebaran di Tepi Barat (Westbank)

Oleh: Mursidin, A.Md.Par.SS.CHIA. (Staf Disbudpar Majene).

Mendengar tempat Westbank/Tepi Barat mungkin fikiran kita akan tertuju pada tempat saudara saudara kita di Palestina, bukan, Westbank kali ini ialah tempat Mesjid Omar berada, salah satu Mesjid terbesar di New Orleans, State of Louisiana, Amerika Serikat. Nama Westbank(Tepi Barat) itu sendiri diambil dari lokasinya yang berada di Tepi Barat dari sungai Missisipi yang mengalir membelah Negara Bagian ini.

Di saat keluarga di tanah Mandar bersiap untuk sholat Isya di 1 Syawal, kami di New Orleans, baru akan menuju Mesjid untuk Sholat Idul Fitri, ada perbedaan waktu sekitar 13 Jam. Pukul 6 Pagi, Kang Addo, teman WNI yang berasal dari Jawa Barat datang menjemput, tidak lupa beliau mengingatkan saya untuk mengenakan Masker, sarung tangan, dan membawa Sajadah sendiri, semuanya adalah aturan kesehatan yang harus dipenuhi untuk semua Mesjid, Gereja, Sinagog Restoran, Mall, dan perkantoran yang semuanya mulai diizinkan untuk beroperasi sejak 15 Mei kemarin.

Baca juga  Buka Sekolah Saat Pandemi, Amankah?

Setiba di area Mesjid, kami harus memarkir kendaraan agak jauh dari Mesjid karena lapangan Parkir Mesjid digunakan untuk sholat Eid dengan menjaga jarak, Ruang masjid tidak diperkenankan untuk digunakan mengingat membludaknya jamaah. Warga muslim di New Orleans ini umumnya memang berasal dari Palestina dan Syria, mereka merupakan immigrant yang sudah menjadi warga negara Amerika. Di Mesjid ini saya hanya bertemu dan mengenal tidak lebih dari 7 orang teman teman WNI yang semuanya bekerja di hotel dan restaurants.

Tepat pada jam 07:00 Sholatpun dimulai, di barisan belakang juga terdapat banyak jamaah wanita, Sholat Eid kali ini tidak diperbolehkan membawa anak berumur dibawah 13 tahun. Setelah Sholat Khatib membacakan Khotbah idul Fitri dalam dua Bahasa, khutbah pertama dengan Bahasa Arab, khutbah kedua dalam Bahasa Inggris. Usai sholat kami silaturrahmi dengan bersalam salaman dengan saudara saudara muslim lainnya dan tentunya teman teman dari Indonesia, sambal sejenak melupakan Covid 19.

Baca juga  Kapitalisme: Musibah Hakiki bagi Umat Islam

Berbeda dengan sholat Idul Adha atau Idul Fitri tahun lalu, kali ini usai sholat tidak tersedia prasmanan makanan arab yang berlimpah sumbangan dari jamaah, tidak tersedia pula mainan gratis bagi anak anak yang biasanya disediakan oleh pengusaha pengusaha muslim setempat, usai sholat jamaah hanya salam salaman, foto, lalu pulang.

Di perjalanan pulang, kami ber-lima (Kang Addo, Pak Cie/Marwoto, Adi, Agus) mampir ke Starbucks untuk ngopi pertama pagi hari, setelah sebulan tanpa ngopi pagi. Di Café ini antrian dengan social distancing juga diberlakukan, pesanan dipesan lebih awal secara online, kemudian pelanggan tinggal menunggu. kami dan beberapa pelanggan lain harus menunggu di luar Gedung karena kapasitas tempat sangat dibatasi, dan maskerpun wajib dikenakan di dalam Café. Karena terbatasnya tempat, kami hanya membeli Kopinya dan nongkrong di areal parkiran, dari sini kami bercerita banyak hal mengenai kehidupan di Amerika dan bagaimana teman teman pekerja keras ini bisa sampai merantau ke Amerika.

Baca juga  Mencoba Menulis Antara Keterkaitan UU ITE dengan Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP)

Setelah menikmati Kopi 1 Syawal kami, sayapun diantar pulang oleh Kang Addo, setiba di apartment saatnya menyantap masakan kiriman Istri Kang Addo: gulai kambing dan Lodeh Tahu yang rasanya sangat mirip dengan masakan khas Mandar To’do To’do dan Kari kambing aqiqah, rejeki pencari ilmu memang tidak kemana. Mohon Maaf Lahir Batin untuk seluruh Keluarga dan Teman di Mandar dan DISBUDPAR MAJENE.

New Orleans, 1 Syawal 1441 Hijriah.