Dibaca : 47 kali.

Laporan Langsung Orang Mandar di Amerika Serikat (1)


Ramadhan di Tengah Covid19 di Amerika

Catatan Mursidin, A.Md.Par.SS.CHIA
(
Master Candidate of Hospitality and Tourism Management University of New Orleans, USA /
Utusan Tugas Belajar Disbudpar/Pemkab Majene)

Setelah hampir dua bulan penuh menjalani Stay Home Mandate perintah untuk tinggal di rumah yang dikeluarkan oleh Gubernur Negara bagian Louisiana, sambil menunggu buka puasa hari ini, penulis bersama teman kamar dari Pakistan dan empat orang teman lainnya yang berdomisili di sekitar Kampus, mencoba mendatangi lapangan bola kampus untuk bermain bola.

Belum lagi permainan kami mulai, sirene Polisi pun sudah berbunyi, ya, polisi setempat sudah berada di jalan di seberang lapangan. Tidak perlu menunggu Pak polisi untuk turun dari mobilnya, kami pun langsung membubarkan diri.

Perintah stay home yang intinya berbunyi “Stay Unexpose and do not expose others” kalau diterjemahkan secara harfiah berarti jangan terlihat dan melihat orang lain, namun perintah ini secara umum masih membolehkan beberapa hal, seperti berbelanja bahan makanan dan obat obatan di supermarket dan apotik, dua toko yang diperbolehkan buka selama perintah stay home ini.

Sejak awal Maret semua Sekolah, Kampus, kantor dan pelayanan administrasi umum lainnya sudah tutup. Sebagai Negara Federal, penanganan Pandemic ini juga lebih memberikan kuasa yang lebih besar terhadap Pemerintah Negara bagian untuk mengambil langkah penanganan secara komprehensif yang disesuaikan dengan situasi daerah masing masing, pemerintah pusat mengambil kebijakan nasional yang meliputi kebijakan anggaran, keimigrasian dan keamanan nasional.

Baca juga  UU Cipta Kerja : Pemerintah Abai, Demonstrasi Tak Kunjung Usai

Selama Stay Home Mandate ini berlaku, pemerintah menyediakan lebih banyak lagi Food Shelter, tempat makan gratis bagi warga miskin dan orang terlantar yang memang sudah tersedia di luar sebelum Pandemic terjadi, dan di saat Pandemi, kapasitas dan titik penyediakan makanan jadi ini lebih banyak lagi tersedia.

Tunjangan bantuan langsung tunai juga didapatkan dengan jumlah bervariasi bagi para pekerja dan pengangguran yang terdampak. Untuk pekerja hotel dan restoran misalnya, selain mendapat BLT dari pemerintah, mereka juga mendapat BLT dari Asosiasi hotel dan restoran setempat, ada juga tunjangan apartment bagi yang kesulitan membayar sewa, namun semua BLT ini tentunya melalui verifikasi yang ketat dengan melihat jejak rekam pekerjaan, pembayaran pajak bagi setiap penerima. Namun secara garis besar kebutuhan dasar bagi setiap orang terpenuhi di tempat ini.

Baca juga  Berdikari

KJRI HOUSTON DAN PERMIAS
Saat ini per 2 Mei 2020, jumlah total kasus Covid19 di kota ini sebanyak 28.711 dengan kematian 1927, angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah. Mengingat banyaknya kasus Covid19 di sini, kami tentunya sangat khawatir dan menjaga sebisa mungkin untuk tidak keluar rumah, belanja bahan makanan diusahakan lewat online, namun harga harga yang melonjak dan waktu pengiriman yang lama memaksa kami untuk tetap mengunjungi Supermarket terdekat sekali dalam 2 minggu.
Sebagaimana keluarga yang khawatir akan keselamatan kami di sini.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kedubes RI bekerjasama dengan PERMIAS (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) mengecek keadaan kesehatan Mahasiswa Indonesia melalui survey yang dikirimkan setiap minggunya yang dilengkapi dengan nomer telpon Dr. Alvinsyah Pramono dan Dr.Aqsha Nur, kami diminta untuk menghubungi mereka jika mengalami gejala Covid19 ataupun membutuhkan bantuan lainnya. Terakhir pada tanggal 29 April 2020, kami menerima paket sembako dari KJRI Houston yang membuat kami sangat berterima kasih, karena ini membuat kami tetap bersemangat dan merasa bahwa Negara menyadari keberadaan dan keadaan kami di rantau.

Baca juga  Idul Adha Kala Pandemi, Taat Sempurna dan Siap Berkorban Solusi

Dalam surat yang terlampir Bersama Paket, Dr. Nana Yuliana, Konsul Jenderal (KJRI HOUSTON) mengungkapkan dukungan beliau atas kelancaran studi mahasiswa Indonesia di bawah wilayah kerja KJRI Houston, tak lupa beliau mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan melampirkan nomer telpon yang sewaktu waktu dapat kami hubungi untuk keadaan emergency.

Puasa
Mungkin keadaan menjalani Ramadhan tahun ini hampir di seluruh dunia mengalami anomaly, tidak terkecuali di sini, Mesjid yang berada sekitar 7 km dari tempat kami sudah tutup sejak perintah stay home dikeluarkan di awal Maret. Sholat Jumat dan Sholat lainnya otomatis ditiadakan. Dalam menjalani Puasa hanya perbedaan durasi saja yang sedikit berbeda, siang hari di sini sedikit lebih Panjang, imsyak pukul 05:00 dan buka puasa pukul 19:43, semakin hari waktu berbuka akan bertambah lama jelang musim panas, pada akhir Ramadhan dijadwalkan pukul 19:55.

Semoga Ramadhan kali ini penuh berkah dan ujian Pandemic ini segera berlalu dan kita dapat mengambil pelajaran yang banyak.

Demikian laporan langsung kami, selamat menjalankan ibadah puasa.
Mursidin. Email mursidin@fulbrightmail.org