Lagi, Seorang Nelayan Asal Labuang Dikabarkan Hilang di Laut

  • Bagikan
MENANTI KORBAN. Sejumlah warga Labuang Mosso Sendana tengah menanti agar korban nelayan hilang segera ditemukan dan selamat. ( Facebook Roma Nisti)

SULBAR99.COMMAJENE— Seorang nelayan bernama Burhan (33) dikabarkan hilang saat melakukan pencarian ikan Cumi-cumi di Perairan Mosso Sendana, Kamis (11/7/2019). Menurut akun facebook Roma Nisti, Burhan meninggalkan rumah pergi mencari Ikan Cumi (Maccumi, Mandar-red) di sekitar perairan Labuang Mosso Kecamatan Sendana kabupaten Majene.

Lebih lanjut dituliskan, Pria kelahiran Labuang 33 tahun yang lalu tersebut berangkat dari rumah sekitar pukul 17.30 dan hingga saat ini, Burhan belum kembali.” Meninggalkan rumah pukul 17.30 Wita sampai sekarang belum ditemukan,” Tulis Roma Nisti. Salah satu ciri-ciri yang bisa dikenali adalah Burhan berangkat menggunakan perahu bernama Petandona Puang.

Sejumlah warga Labuang Mosso Sendana berusaha melakukan pencarian terhadap korban. Tampak sejumlah warga berkumpul di pesisir Pantai Labuang Sendana di sekitar obyek wisata kuliner Ikan Terbang. Mereka berkumpul membahas dan menunggu korban Burhan cepat ditemukan dan segera kembali berkumpul bersama keluaarga.

Nelayan hilang di Majene adalah kejadian yang sudah seringkali terjadi. Hal ini disebabkan karena salah satunya faktor cuaca buruk. Selain itu, alat keselamatan di perahu sering diabaikan oleh nelayan sehingga jika terjadi cuaca buruk dan perahu tenggelam, maka tidak ada alternatif alat apung lain yang bisa diandalkan.

Beberapa waktu lalu, sebuah kapal nelayan di Lingkungan Garogo Banggae Majene ditabrak sebuah kapal tanker yang diduga milik pertamina, namun karena alat keselamatan yang terdapat di perahu itu membuat semua penumpangnya selamat meskipun beberapa jam terapung-apung di tengah laut.

Komandan Pos SAR Mamuju Lettu SAR Fathur Rahman S.Sos, MM beberapa waktu lalu pernah menyebutkan bahwa kondisi geografis Majene yang berbukit bukit dekat garis pantai menjadikan salah satu pemicu seringnya terjadi ombak yang besar yang menjadikan perahu tenggelam.” Ketika tiba-tiba ada angin kencang, maka ombak akan cepat membesar karena angin yang mengarah ke pantai dipantulkan kembali oleh bukit di sekitar pantai yang memicu ombak menjadi membesar,” Ungkap Fathur Rahman.

Sehingga karena kondisi seperti itu, Komandan Pos SAR Mamuju tersebut menyarankan agar nelayan yang hendak mencari ikan di laut melengkapi perahunya dengan alat keselamatan yang mamadai seperti Life Jacket dan pelampung tradisional lainnya seperti ban dalam mobil, gabus tempat ikan dan sejenisnya. Selain itu, Lettu Fathur Rahman menyarankan agar setiap perahu dilengkapi alat komunikasi PLB (Personal Locater Beacon). (IH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *