Terbaik terbaik

Dibaca : 27 kali.

Koruptor Merajalela, Sistem Islam Solusinya


Oleh: Alhati Azzahra (Mahasiswi STAIN Majene)

Kalau berbicara mengenai korupsi pasti kita tidak asing lagi dengan kata tersebut, terkhususnya di negara kita yakni Indonesia tercinta hal tersebut sudah menjadi rahasia umum dikarenakan saking banyaknya para pejabat pemerintahan yang melakukan tindakan kotor tersebut.

Dikutip dari IDN Times ada dua politis PDI Perjuangan disebut terima kuota proyek bansos, dua politisi itu disebut-sebut menerima kuota terbesar terkait proyek bansos untuk wilayah Jabodetabek, mereka adalah Herman Hery dan Ihsan Yunus. Total kuota proyek bansos yang diduga diterima keduanya mencapai Rp 3,4 triliun.

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan lima orang tersangka. Sebagai pihak terduga penerima, yakni Juliari serta dua pejabat PPK Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Sebagai pihak terduga pemberi, Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Sidabuke yang merupakan pihak swasta.

Baca juga  Mencintai Nabi Muhammad SAW

Saat operasi tangkap tangan (OTT), KPK mengamankan barang bukti uang Rp 14,5 miliar dengan pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing. Uang itu di simpan di dalam tujuh koper, tiga tas ransel dan amlop kecil.

Kasus ini berawal dari adanya pengadaan bansos penanganan COVID-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial (Kemensos) tahun 2020, dengan nilai Rp 5,9 triliun. Naudzubillah. Dan bukan cuma itu saja kasus korupsi yang terjadi di negara ini, masih banyak lagi kasus-kasus yang serupa apalagi sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Tidak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut akan tetap terus terjadi jika sistem yang dianut oleh negara kita adalah sistem yang rusak yakni sistem kapitalisme sekuler. Jadi siapapun pemimpinnya atau pejabat yang memerintah saat itu jika sistem yang menjadi dasar berdirinya sebuah negara sudah tidak sesuai dengan hukum yang benar maka kedepannya akan tetap terjadi kerusakan, kecurangan, ketidakadilan dan masih banyak keburukan yang lainnya.

Baca juga  Omnibus Law Mengusik Standar Halal?

Jika kita hanya berharap sepenuhnya kepada KPK, hal tersebut tidak akan mampu memberantas kasus korupsi secara tuntas karena terbukti saat ini meskipun lembaga pemberantas korupsi tersebut masih berjalan tapi tetap saja masih banyak koruptor yang bertebaran di Indonesia. Padahal jika kita melihat bukti sejarah yang terjadi pada saat hukum Islam diterapkan dimuka bumi semua merasa tentram dan mendapat keadilan, bahkan orang non muslim sekalipun juga mendapat keadilan.

Saat peraturan Islam diterapkan semua dipastikan mendapatkan pekerjaan yang layak dan tidak ada yang menjadi pengangguran, bahkan para pencuri atau koruptor saat itu diberi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya sehingga tidak terulang lagi kesalahan yang sama. Semua lapisan masyarakat diperlakukan dengan adil dalam Islam, tidak ada istilah tajam kebawah tumpul ke atas.

Baca juga  Tepatkah Kurikulum Moderasi Beragama?

Rasulullah saw sendiri pernah bersabda, “jika Fatimah putriku yang mencuri maka aku sendiri yang akan memotong tangannya” begitulah bukti keadilan yang terjadi dalam hukum Islam, meskipun kita memiliki hubungan darah tapi hal tersebut tidak menghalangi tegaknya peraturan Allah Swt.

Dan jika muncul pertanyaan bagaimana sistem Islam memberantas korupsi? Maka jawabannya adalah dengan penanaman mental individu atau dengan kata lain memperkuat akidah sejak dini, menciptakan lingkungan yang kondusif dan terhindar dari pengaruh negatif, sistem kerja lembaga yang tidak rentan korupsi dan penegakan sanksi yang menjerakan untuk semua individu yang melakukan kesalahan tanpa terkecuali.

Wallahu a’alam