Kondisi SDN 036 dan SMP Satap Poda-poda Tutar Memprihatinkan


SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Sejak Pandemi covid-19 melanda Indonesia, dan sejak proses pembelajaran tatap muka ditiadakan, kondisi sekolah dasar (SDN) 036 Poda-poda kecamatan Tubbitaramanu (Tutar) kabupaten Polman dan SMP yang berada di tempat tersebut cukup memprihatinkan.

Kepala dusun Poda-poda Baharuddin didampingi warga saat ditemui, Kamis (15 Juli 2021) mengungkapkan, kondisi sekolah yang ada di desanya tak layak lagi untuk ditempati proses belajar mengajar, terutama ruangan SMP Satap Poda-poda dan juga SDN 036 Poda -poda. “Selama pandemi tak terawat lagi, ditambah tidak pernah dilakukan proses belajar mengajar berkelompok di luar ruangan seperti sekolah lainnya,” ujar Baharuddin.

Kepala Dusun itu menambahkan, sekolahnya tak memiliki pagar. “Perumahan dua unit yang dibangun tahun 2018 tidak ditempati seperti semestinya, yang tadinya diperuntukkan untuk guru guru yang memiliki tempat jauh dari sekolah, tapi kenyataanya mereka memilih pulang ke kampungnya masing masing,” tambahnya.

Baca juga  Membentuk Perempuan Cerdas, GOW Majene Gelar Pelatihan IT

Bahar menjelaskan, kepala sekolah dan guru-gurunya tinggal jauh dari sekolah. “Seperti kepala sekolah pak Sudir tinggalnya di kabupaten Majene, waktu tempuh kemari memakan waktu berjam jam dan enam guru PNS juga tinggal di luar desa Poda-poda. Ada yang tinggal di Mapilli, ada di Campalagian,” ujarnya.

Selain itu, Baharuddin juga ungkapkan, masalah lainnya penggunaan dana BOS tidak pernah diketahui karena tidak pernah diadakan rapat penggunaan dana BOS. “Kedatangan guru selalu terlambat, sehingga murid-muridnya lebih memilih pulang. Sehingga di saat guru datang, siswanya tak ada lagi di tempat. Akibatnya, guru dan siswanya tak pernah ketemu. Yang kami sesali, ada beberapa murid nanti kelas empat baru tahu membaca, malah ada yang kelas satu SMP baru tahu membaca,” jelasnya.

Bukan cuma itu, ruangan kelas tidak pernah dikunci hanya dibiarkan saja terbuka sehingga ruangannya terkadang ditempati anak anak bermain main dan juga sekolah di sana itu butuh perbaikan total karena sudah rusak parah. “Jika bapak tak percaya, bapak bisa lihat kondisinya,” tandasnya.

Baca juga  Kisah Nabi Musa AS Membelah Laut Merah dengan Tongkat

Saat wartawan sulbar99news.com beranjak ke lokasi sekolah, hasilnya luar biasa memprihatinkan. Terlihat kondisi ruangan dan fasilitas seperti kursi meja dan papan tulis semuanya dinilai tak layak lagi digunakan dan dibiarkan berserakan tak teratur. Di ruangan kepala sekolah, buku tertumpuk sembrawut, padahal ada perpustakaan dibangun di tahun anggaran 2019, kosong tak dimanfaatkan dan tak satupun mobiler yang ada dalam ruangan. Padahal setiap pembangunan perpustakaan sudah dianggarkan bangunan dan mobiler.

Tapi di perpustakaan milik SDN 036 Poda-poda ini terbilang baru, tapi kayu kusen ventilasinya sudah ada yang tercabut. Setelah beranjak di ruangan SMP-nya, lebih parah lagi. Ruang kelas hanya dua ruangan yang berdindingkan papan berlantai tanah.

Baca juga  Mengenang Pembantaian Warga Sipil Oleh Belanda 73 Tahun Silam di Galung Lombok

Menurut salah seorang warga, di saat hujan, air masuk ke ruangan dan becek karena tidak memiliki drainase mengelilingi ruangan kelas. “Di saat hujan air masuk ke dalam ruangan belajar sekolah, di samping ruangan dijadikan bak sampah dan bangunan tersebut dibangun tahun 2012/2013, “ungkap warga.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat desa Poda-poda sangat mengharapkan agar pemerintah daerah memberi perhatian khusus terhadap sekolah yang ada di desa Poda-poda, agar tidak terlihat seperti sekolah tertinggal dan juga kedisiplinan guru, untuk tidak datang terlambat dan mengedepankan kualitas murid dalam proses belajar mengajar.

Kepala SDN 036 Poda-poda Sudirman, yang hendak dikonfirmasi terkendala dengan lokasinya yang cukup jauh dari sekolah. Dia tinggal di Kabupaten Majene. (Syarifuddin Andi)


PENDIDIKAN