Terbaik terbaik

Dibaca : 17 kali.

Komunikasi Komite Medik, IGD RS Majene Kembali Dibuka, Ini Syaratnya


Direktur RSUD Majene, dr. Yupie Handayani M.Kes

SULBAR99NEWS.COM- MAJENE, Setelah sempat ditutup karena seorang pasien reaktif Covid19 tidak jujur dalam memberikan keterangan, akhirnya Direktur RS Majene kembali buka pelayanan UGD denfan berbagai syarat, Senin (25/5/2020).

Direktur RSUD Majene, dr. Yupie Handayani M.Kes yang dihubungi via telepon mengatakan, setelah melakukan komunikasi dengan komite medik RS Majene, maka IGD kembali dibuka untuk pelayanan. “Dengan catatan tidak melayani rawat jalan yang sambung obat, hanya melayani sesuai kriteria darurat, gawat dan gawat darurat,tidak melayani pasien yang langsung ke IGD yang tidak melalui screening dari PKM,” ujar dr. Yupie.

Baca juga  Putus Rantai Penyebaran Virus, Satgas Covid-19 Perketat Pemeriksaan Kendaraan Masuk Majene

Dr. Yupie menambahkan, sekarang ini RS Majene tidak menerima pasien kalau tidak lewat puskesmas, kecuali pasien KLL. “Karena persoalan seperti ini. Kalau dia lewat puskesmas kan dia di RDT dulu. Kalau datang sendiri, kan persoalannya seperti ini, bagusji kalau pasiennya jujur. Kalau tidak, itu akan kena imbas semuanya, pihak yang berinteraksi dengan dia,” ujarnya seraya menyebut seandainya ada Satpam atau tukang parkir yang berinteraksi dengan dia, itu bisa kena imbasnya.

Baca juga  Ijtima Gowa. Tambahan Satu Kasus Positif Covid19 di Sulbar, Kini Menjadi 75

Saat ini, menurut dokter yang berparas cantik ini, pasien tersebut malam itu juga dirujuk ke RS. Regional Mamuju. “Kalau untuk petugas, kan mereka dilengkapi APD sesuai dengan prosedur dari PPI (Pencegahan Penyakit Infeksi). Jadi untuk itu, kami tidak ada kegalauan terkait petugas, tapi untuk protap, kalau dia sudah positif, harus diisolasi mandiri selama 14 hari,” tambahnya.

Baca juga  Dua Santri, Warga Rangas Timur Majene, Dinyatakan Positif Rapid Test

Sementara menunggu hasil swab, petugas kesehatan yang kontak dengan pasien yang tidak kooperatif ini, tetap bisa bertugas. “Tapi kalau petugasnya mau isolasi, tidak ada masalah,” urainya.

Meskipun belum diketahui penyakit pasien, lanjut dr. Yupie, tetap petugas yang melayani menggunakan APD. “Itu sudah protapnya kami, bukan hanya petugas, pasien juga yang datang dan keluarganya, kami haruskan menggunakan masker,” tambahnya. (Satriawan)