Kepemimpinan yang Melahirkan Pemimpin Pemimpin Sejati


Oleh : Mariani Ani

Musibah apapun yang menimpamu, kembalikanlah kepada Rasulullah SAW.

Sebab seluruh musibah, yang paling besar adalah musibah yang menimpa Rasulullah saw.

Siapapun yang bersama nabi saw dimasanya, pastilah dapat merasakan kuatnya diri pribadi Rasulullah SAW.

Rasulullah saw bukan orang lembek dan bukan pula berfisik lemah.

Rasulullah SAW adalah manusia agung yang bermental baja dan tidak takut pada siapapun selain Allah SWT.

Rasulullah sangat kuat secara fisik….

Sangat lembut hatinya…..

Sangat tajam mata kepala dan mata batinnya…

Sangat luas wawasannya…

Dan bijak segala tindakannya.

Umar bin Khottab ra sebelum Islam, ketika berencana membunuh nabi saw, pedangnya sudah dihunus sejak dari rumahnya, tanda butuh kesiapan mental dan fisik bila mau menghadapi Rasulullah saw.

Baca juga  Pinjol bikin hidup tambah bobol

Padahal bukankah Umar ra adalah laki-laki kuat sekuat banteng.

Saat Umar ra menyatakan syahadat dihadapan nabi saw, Rasulullah saw menekannya dua kali ke tanah untuk menundukkan kekerasan hati Umar.

Semua laki-laki kuat Qurays tak pernah kepikiran berani menantang duel Rasulullah saw selain Umar ra. Abu Jahal juga takut kepada Muhammad saw walau selalu sesumbar mengancam nabi saw.

Sebuah batu besar tak sanggup dibuat pecah oleh para sahabat pada peristiwa penggalian parit perang Khandaq. Tapi dengan tiga kali pukulan saja, Rasulullah sanggup menghancurkan batu itu.

Diusia tua, Rasulullah saw masih sanggup berjalan ditengah musim panas dari Madinah ke Tabuk untuk memimpin pasukannya menghadapi 300.000 pasukan Romawi.

Ibnu Qamiah pada perang Uhud, yang dengan beringas melabrak pasukan umat islam dan membunuh Mus’ab bin Umair ra pembawa panji perang nabi, tapi saat berhadapan dengan nabi SAW dengan mudah dibuat terkapar.

Baca juga  Tipu-tipu Rezim Demokrasi untuk Klaim Keberhasilan Penanganan Pandemi

Kholid bin Walid ra tidak pernah takut menghadapi siapapun kecuali Rasulullah saw.

Ketika Umroh Qadha, Kholid memperhitungkan kekuatan Rasulullah SAW dan para sahabat yang sedang sholat dhuhur kala itu.

Terbesit pikiran Kholid ra untuk merencanakan menyerang walau terikat Perjanjian Hudaibiyah.

Saat tiba sholat Ashar, Rasulullah saw menerapkan sholat Khauf.

Kholid ra befikir seolah-olah Rasulullah SAW bisa membaca rencana liciknya untuk menyerang nabi saw ketika sedang sholat.

Sejak saat itulah Kholid ra memutuskan untuk memeluk Islam.

Sebab Muhammad saw tak akan tersentuh dan tak terkalahkan.

Begitulah gambaran kekuatan diri pribadi Rasulullah saw.

Baca juga  Hanya Islam yang Mampu Mencetak Generasi Penakluk

Namun risalah Islam mesti diemban hingga akhir zaman. Sementara ajal sudah ditentukan atas setiap manusia.

Karenanya Rasulullah menjalani tantangan dakwah layaknya manusia seperti kita juga.

Agar umatnya dapat mengambil pelajaran bagaimana dapat membangkitkan risalah Islam disetiap masa tanpa bersama Rasulullah SAW lagi.

Kekuatan terletak pada keimanan, kesabaran, keteguhan dan keterikatan pada aturan syariat Allah SWT dan berjamaah.

Dengannya Syariat Islam kaffah bisa ditegakkan dan dimenangkan kembali.

Menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford, Muhammad SAW adalah seorang Nabi dan Rasul Allah yang telah membangkitkan salah satu peradaban besar di dunia. Tak heran jika Michael H Hart dalam bukunya The 100 menetapkan Muhammad SAW sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia.


OPINI