Kemiripan Nama Sunda Empire, Lembaga Sunda Nusantara di Pamboang Diselidiki Polisi


Sunda Empire yang sempat Viral beberapa waktu lalu. (Foto : internet)

SULBAR99.COM-MAJENE, Polsek Pamboang melakukan penyelidikan terhadap Lembaga aset dan keuangan Sunda Nusantara Segitiga Emas, Rabu (12/2/2020). Hal ini dilakukan karena ada informasi lisan dari masyarakat tentang lembaga ini yang dikawatirkan seperti lembaga yang saat ini bergejolak seperti Sunda Empire.

Kanitreskrim Polsek Pamboang, Bripka Victor Tanduk Allo yang dihubungi, Jumat (14/2/2020) mengatakan, pemeriksaan terhadap Lembaga Sunda Nusantara karena informasi masyarakat ke Satreskrim yang mencurigai lembaga ini.

Bertempat di Dusun Tappabanua Desa Bonde Kec. Pamboang Majene, Kanitreskrim Polsek Pamboang memeriksa SY (62), warga Dusun Tappabanua Desa Bonde Kec. Pamboang yang merupakan Ketua Dewan Pengurus Harian Kab. Majene (2015 s/d sekarang).

Baca juga  Diskominfo Majene, Bakal Buka Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat

Berdasarkan hasil penyelidikan, ungkap Victor, Lembaga LAK Sunda Nusantara adalah salah satu lembaga atau organisasi kemasyarakatan seperti Lembaga Swadaya Masyarakat pada umumnya (LSM) dan bukan merupakan lembaga jasa keuangan. “Lembaga ini berkantor pusat di Kota Bekasi Jawa Barat,” tambah Victor.

Sumber pendapatan berasal dari aset lembaga, bantuan-bantuan baik dari pemerintah maupun non pemerintah dan sedang menunggu dana bantuan dari Bank Dunia. Yang mana dana tersebut akan diperuntukkan bagi kegiatan sosial kemasyarakatan dan kesejahteraan anggotanya.

Baca juga  PMII Keluhkan Pelayanan Disdukcapil

“Untuk saat ini, pendanaan organisasi berasal dari pengurus dan anggota yang dipungut secara sukarela dalam waktu yang tidak menentu, tergantung kebutuhan organisasi,” ungkapnya.

Lembaga ini tidak pernah menggelar pertemuan rutin baik antar pengurus maupun dengan anggotanya sehingga lembaga ini dinilai Vakum.

Menurut sumber, di Kab. Majene, jumlah anggotanya sudah mencapai kurang lebih 1.000 orang, yang berasal dari latar belakang sosial yang berbeda-beda namun mayoritas nelayan dan petani. ” Mayoritas nelayan yang tersebar di beberapa tempat seperti di Soreang, Palipi dan lain-lain.

Baca juga  Mau Tahu Tupoksi Bagian Protokoler Majene?

Victor menambahkan, tentang adanya anggota Lembaga yang diminta membuka rekening dan adanya gaji Rp 4jt/bulan untuk anggota jika dana yang dimaksud cair, hal ini disanggah oleh sumber dan menyampaikan bahwa dia tidak pernah menyampaikan hal tersebut ke anggotanya.

Victor menyarankan, perlunya sosialisasi kepada masyarakat agar tidak gampang atau mudah percaya terhadap organisasi atau lembaga-lembaga yang belum jelas legalitasnya. (Wan)


DAERAH