Kembali, Anggota DPRD Sulbar Itol Syaiful Tonra Gelar Hearing Dialog


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Kembali Anggota DPRD Sulawesi Barat dari PDI-Perjuangan Drs. H. Itol Syaiful Tonra, MM menemui masyarakat lewat gelaran hearing dialog tahap III masa sidang ketiga tahun 2021, Minggu (22/8/2021) di villa pribadi, Kabupaten Majene.

Hearing dialog ini dalam agenda mengajak sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda juga wanita bersama mensukseskan penanggulangan bencana covid-19 di kabupaten majene.

Ajakan memerangi penyebaran covid 19 dalam penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di setiap level, mulai tingkat atas sampai bawah bersama sama menjaga kedisiplinan. “Pertama yang perlu kita lakukan agar terhindar covid 19 adalah disiplin, tetap patuhi protokol kesehatan, misalnya memakai masker jika hendak keluar, mencuci tangan setelah kembali dari bepergian. Rutin dilalukan, selain menyelamatkan diri dari infeksi virus juga menyelamatkan orang lain,” paparnya.

Baca juga  Tak Berkontribusi Nyata ke PAD. Adi Ahsan: Perusda dan PDAM Majene Perlu Dievaluasi

Juga tidak kalah pentingnya lanjut mantan wakil bupati Majene itu, memberikan informasi yang benar dan jujur secara dini jika ada gejala terinfeksi covid.” Jika merasakan ada kelainan pada diri kita atau kerabat, segera memberikan informasi kepada petugas medis guna dilakukan penanganan, juga disampaikan ke pihak keluarga untuk sementara waktu tidak berkunjung, “harapnya.

Baca juga  Raker Komisi IV DPRD Sulbar, H. Sudirman : Kepsek Agar Tidak Ikut Serta Urus Proyek

Disebutkan juga, sejumlah ahli berpendapat, covid pada dasarnya lemah sifatnya sebelum masuk dalam tubuh, olehnya itu, upaya terhindar dari wabah virus, protokol kesehatan penting dilakukan. “Covid ini menurut sejumlah ahli sifatnya lemah sebelum masuk dalam tubuh, menghindarinya juga terbilang mudah jika kita disiplin. Kalau itu sudah kita lakukan lantas terinfeksi juga, yah, itu namanya takdir. Jadi saya ingatkan kembali, selain disiplin, jujur juga sangat penting, “pesan mantan kepala Bappeda Majene itu.

Baca juga  Dihearing DPRD Majene, Kasus Pasien Almaida Hampir Saja Terulang di PKM Tammeroddo

Dikisahkan, dirinya berapa pekan lalu mengisolasi diri (isoman) dikarenakan salah satu anggota keluarganya reaktif. “Beberapa waktu lalu saya melakukan isolasi mandiri, salah satu anak saya yang masih satu rumah reaktif, selama kurang lebih dua minggu perkembangannya semakin membaik juga sudah tidak bergejala dan sudah dianggap aman, “bebernya. (Adv-Satriawan)